Thursday, February 13, 2014

Kunci Jawaban LKS Esis Biologi kelas X semsester 2

KUNCI PENYELESAIAN
BUKU KERJA BIOLOGI SMA KELAS X (1B) KTSP

BAB 6 KEANEKARAGAMAN HAYATI

Peta Konsep
·   Variasi dalam hal bentuk, penampilan, jumlah, ciri (klasifikasi)
·   Empat bioma : hutan hujan tropis, hutan musim, sabana, padang rumput (stepa)
·   Tiga daerah penyebaran : asiatis, peralihan (australia-asiatis), australis.
·   Keanekaragaman pada tingkat : gen, spesies, ekosistem
·   Konservasi : in situ, ex situ


LKK 6.1 Mengamati Keanekaragaman Hayati
Pertanyaan kegiatan I
1-2 Sesuai dengan hasil pengamatan dan jenis spesies yang digunakan.
3.   Persamaan dan perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor gen. Individu I dan II walaupun sejenis tetapi memiliki variasi gen yang berbeda sehingga menunjukkan ciri yang berbeda pula.
4.   Keanekaragaman hayati pada tingkat gen karena kedua individu merupakan satu jenis/spesies. Oleh karena itu, variasi yang nampak disebabkan karena adanya variasi gen.

Pertanyaan Kegiatan 2
1.      Karena merupakan spesies yang berbeda satu dengan yang lain.
2.      Dapat diidentifikasi persamaan-persamaan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan.
3.      Keanekaragaman hayati pada tingkat spesies karena makhluk hidup yang diamati merupakan jenis/spesies yang berbeda sehingga keanekaragaman yang terjadi merupakan tingkat spesies.

Pertanyaan Kegiatan 3
1, 2,.dan 3 jawabannya tergantung hasil diskusi.
4.  Keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem karena daerah pegunungan dan daerah pantai merupakan 2 ekosistem dengan karakteristik berbeda. Karena karakteristik berbeda, makhluk hidup yang hidup di dalamnya juga berbeda.
5.   Malesiana, Indonesia, Filipina, Papua Nugini, Seemenanjung Malaysia, Selat Tores, dan ujung selatan Pulau Luzon.
6.   Buku Biologi I kelas VII Diah A. dkk. Hal 146 gambar 7.6
7. Empat bioma di Indonesia:
Nama bioma
Kondisi ekosistem
Ciri flora
Lokasi
Hutan hujan tropis
Hutan lembab, heterogen, dan lembab
Berbegai jenis pohon besar dan kecil ; tumbuhan yang hidup memiliki mahkota daun yang bertingkat (contoh: kamper, meranti, damar)
Sumatera, kalimantan, Papua, Sulawesi, dan sedikit Jawa Barat
Hutan musim
Jenis tumbuhan homogen
Daun-daunnya meranggas di musim kemarau (contoh: jati dan cemara)
Jawa
Sabana
Banyak ditemukan rumput yang diselingi semak-semak atau rumpun pohon yang rendah
Rumput dan tumbuhan semak
Madura dan Dataran Tinggi Gayo (NAD)
Stepa
Memiliki padang rumput yang luas, musim kemarau yang panjang
Rumput dan kaktus
Pulau Sumba, Sumbawa, Flores,dan Timor

8.   Memanjang mulai dari Selat Lombok ke uatara hingga melewati Selat Sulawesi dan Filipina Selatan, di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara hingga Kepulauan Aru.     

9. Tipe fauna Indonesia berdasarkan garis Wallace dan Weber
Tipe fauna
Karakteristik
Contoh
Lokasi
Asiatis
Banyak ditemukan mamalia berukuran besar,berbagai macam kera, dan berbegai macam ikan air tawar. Jarang ditemukan jenis burung berwarna
Orang utan, badak bercula satu, gajah, dan burung merak
Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali (bagian barat)
Peralihan
Jenis hewannya mirip antara hewan tipe Asiatis dan tipe Australis
Beruang, kuskus, anoa, kuda, dan komodo
Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara (bagian tengah)
Australis
Banyak terdapat mamalia berukuran kecil, hewan berkantung, dan banyak jenis burung berwarna. Tidak ada jenis kera dan sedikit ikan air tawar
Walabi, landak, pemakan semut, burung cendrawasih, burung kakatua
Papua dan Kepulauan Aru (bagian timur)

10. In situ : pelestarian makhluk hidup di habitat aslinya.
Ex situ : pelestarian makhluk hidup di luar habitatnya.

LKK 6.2 Mengidentifikasi Manfaat dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
A.     Manfaat Keanekaragaman Hayati
1.      a.   Karena dalam satu species mangga dapat ditemukan berbagai variasi sifat yang beragam satu sama lain. Perbedaan sifat ini dapat terjadi karena adanya variasi gen yang mengatur diekspresikannya sifat tertentu pada satu individu, tetapi tidak pada individu lainnya.
b.   - Sebagai media pengetahuan bagi mesyarakat.
- Diperoleh berbagai variasi rasa, bentuk, warna buah mangga yang dapat disesuaikan selera masyarakat.
- Memperkaya keanekaragaman hayati.
2.   a.   - Pantai bersih dengan pemandangan yang indah
            - Kemudahan dalam mencari ikan.
- Sumber pendapatan karena daerah tersebut merupakan tempat wisata yang terkenal.
      b.   - Mengurangi polusi limbah perairan
            - Mencari sumber polusi limbah perairan, lalu mencari solusi untuk mengurangi/ mencegah sumber polusi tersebut membuang polutan ke pantai kota A.
             - Membuat sistem pengolahan limbah sebelumlimbah dibuang ke perairan sehingga jenis dan jumlah polutan yang berbahaya yang dibuang ke perairan dapat diminimalisasi.
c.    Perubahan iklim global, pembakaran hutan, penebangan liar, perburuan liar, penangkapan ikan dengan bom dan jaring pukat harimau yang dapat merusak ekosistem terumbu karang, industrialisasi kehutanan dan pertanian.
3.   a. Kualitas buah durian Indonesia lebih rendah dibandingkan durian asal Thailand.
      b. -  Memperoleh kultivar atau bibit unggul.
            -  Memperoleh durian dengan sifat yang diinginkan.
  c.             -  Melakukan pemuliaan tanaman pada kerabat durian untuk menghasilkan kultivar atau bibit unggul.
            -  Melakukan pengumpulan data dan info tentang kekayaan keanekaragaman jenis dan sumber plasma nutfah durian di Indonesia.
            -  Seleksi jenis/sumber plasma nutfah yang mempunyai nilai lebih.
            -  Merakit bibit unggul yang diinginkan.
d.- Mengumpulkan data dan info tentang kekayaan keanekaragaman jenis dan sumber
plasma nutfah durian di Indonesia dari berbagai sumber dan pihak terkait, seperti kebun
koleksi plasma nutfah, Departemen Kehutanan dan Perkebunan.
- Mencari dan mengumpulkan informasi tentang berbagai varietas durian, terutama di
  pulau Kalimantan karena persebaran durian terbesar berada di pulau Kalimantan.

B.     Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
1.      Taman nasional adalah kawasan konservasi alam yang memiliki ciri khas tertentu, sedangkan cagar alam adalah kawasan konservasi dengan tumbuhan dan ekosistem yang khas serta pengembangannya diserahkan pada alam.
2.      Bisa, pertimbangan yang harus dipikirkan agar pelestarian badak jawa dapat berjalan dengan baik adalah kondisi lingkungan tempat pelestarian, ancaman yang menyebabkan kepunahan, sumber makanan, predasi. Sebenarnya badak jawa dapat di konservasi baik secara in-situ maupun ex-situ, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri seperti tertera pada tabel.
Konservasi
Kelebihan
Kekurangan
In-situ
·     Hewan hidup di habitat alaminya
·     Tidak memerlukan lahan baru
·     Secara ekonomi lebih murah
·   Resiko perburuan liar dan predasi besar
·   Pengawasan lebih sulit dilakukan
Ex-situ
·     Lebih aman dari predator dan perburuan liar
·     Pengawasan lebih mudah dilakukan
·   Memerlukan lahan luas dan biaya yang cukup besar
·   Hewan memerlukan adaptasi ulang

Lembar Evaluasi
A.     Pilihan Ganda
1.            a
2.            b
3.            d
4.            c
5.            a
6.            c
7.            e
8.            e
9.            d
10.        d

B.     Esai
1.      Informasi sifat atau karakter yang nampak (fenotip) pada mahluk hidup tersimpan dalam gen. Oleh karena itu, senakin bervariasi sifat gen yang ada maka akan semakin banyak variasi fenotip yang mungkin muncul dan itu berarti semakin kaya keanekaragaman hayati yang terbentuk.
2.      Mahluk hidup yang beraneka ragam berinteraksi dengan sesamanya dan berinteraksi dengan lingkungan abiotik. Kombinasi faktor-faktor lingkungan abiotitk tersebut membentuk lingkungan yang beraneka ragam dan akan mempengaruhi perkembangan mahluk hidup (organisme) yang hidup di dalamnya sehingga lingkungan yang berbeda akan didiami oleh jenis mahluk hidup yang berbeda pula. Interkasi antara lingkungan abiotik dengan sekumpulan jenis mahluk hidup akan membentuk keanekaragaman ekosistem karena masing-masing ekosistem memiliki jenis organisme yang berbeda.
3.      Tidak, karena varietas mahluk yang tidak unggul dapat saja mengandung gen-gen (plasma nutfah) yang suatu saat dibutuhkan. Oleh karena itu, varietas tersebut tidak perlu dimusnahkan. Selain itu, pemusnahan suatu varietas dapat menurunkan kekayaan keanekaragaman hayati.
4.      Musnah atau hilangnya spesies ikan-ikan lokal yang hidup di sungai tersebut baik akibat predasi ikan yang diintroduksi atau karena mencari wilayah hidup baru.
5.      Pelestarian plasma nutfah dapat terpelihara dengan adanya kawasan cagar alam, taman nasional, taman safari, kebun binatang, kebun raya, serta penyimpanan benih tumbuhan di bank benih. Maka yang dapat kita lakukan adalah tidak merusak dan ikut menjaga fasilitas-fasilitas tersebut agar tetap dapat berperan sesuai dengan fungsinya.

C.     Ekstensi
1. - Hilangnya atau musnahnya spesies tertentu sehingga keanekaragaman hayati berkurang
   - Berkurangnya tempat hidup bagi flora dan fauna sehingga dapat mengganggu dan mengancam kehidupan flora dan fauna tersebut
   - Hilangnya sifat (plasma nutfah) dari suatu varietas flora dan fauna tertentu
2.   Saat ini kawasan konservasi yang ada di Indoneisa terkelompok menjadi 180 cagar alam, 72 suaka marga satwa, 13 taman buru, 17 taman nasional, 3 taman hutan raya, serta 13 taman laut. Enam kawasan suaka alam juga dijadikan cagar biosfer sebagai bentuk kerja sama konservasi internasional. Pelestarian keanekaragman hayati di Indonesia dilakukan secara in situ, pemerintah menetapkan 326 kawasan cagar alam, seperti Cagar Alam Kerinci Seblat dan Gunung Leuseur di Sumatera. Usaha pelestraian keanekaragaman hayati juga dilakukan secara ex situ, misalnya penangkaran hewan langka seperti badak, jalak bali, dan rusa timur, kebun binatang, taman safari, dan kebun raya.























BAB 7 KINGDOM PLANTAE (DUNIA TUMBUHAN)

Peta Konsep
·   Fase sporofit; menghasilkan spora
·   Fase gametofit; menghasilkan gamet
·   Biji; Gymnospermae; Dikotil

LKK 7.1 Mengamati Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
1.   Beberapa lumut ada yang masih berbentuk lembaran dan ada juga yang sudah memiliki struktur menyerupai akar, batang, dan daun.
2.   Spora dapat ditemukan di dalam kotak spora (sporangium), yang ada di sporogonium. Sporogonium merupakan lumut sporofit yang menempel pada lumut gametofit.
3.   Jawaban disesuaikan dengan hasil pengamatan, tetapi pada dasarnya spesies lumut dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu:
a.   Lumut hati (hepaticopsida), ciri: berbentuk talus,memiliki struktur khas pada gametofitnya yang disebut gemma cup
b.   Lumut tanduk (anthoceratopsida), ciri: bentuk tubuh berupa talus, sporofit berupa kapsul memanjang, hanya memiliki satu kloroplas
c.   Lumut daun, ciri: bentuk tubnuh berupa tumbuhan kecil dengan bagian seperti akar (rizoid), batang dan daun, sporofit terdiri dari seta dan kapsul, memiliki klorofil.
4.   Lumut gametofit merupakan bagian yang melekat pada tanah atau substrat hidupnya. Lumut sporofit merupakan bagian yang menumpang pada gametofit dan memiliki struktur kantung spora yang menghasilkan spora.
5.   Metagenesis adalah proses pergiliran keturunan antara generasi gametofit dan sporofit.
6.   Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan berkecambah membentuk protonema. Protonema akan berkembang membentuk tumbuhan lumut (fase gametofit). Tumbuhan lumut akan membentuk alat perkembangbiakan, yaitu Arkegonium yang menghasilkan gamet betina (ovum) dan Anteredium yang menghasilkan gamet jantan (Spermatozoid). Bila ovum dan spermatozoid mengalami fertilisasi, akan dihasilkan zigot yang kemudian membentuk sporogonium (fase sporofit). Sporogonium akan membentuk kantung spora (sporangium) yang menghasilkan spora. (gambar 8.4 hal 170. buku biologi 1 ESIS,Diah A,dkk)

LKK 7.2 Mengamati Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
1.   Ya, sudah dijumpai struktur akar, batang, dan daun. Akar berfungsi untuk menyerap air dan mineral, batang untuk menyalurkan air dan mineral ke daun dan menyangga tubuh tumbuhan paku, daun untuk tempat proses fotosintesis.
2.   Ada, terletak di dalam sporangium. Sporangium pada tumbuhan paku yang tidak berdaun terletak di sepanjang batang. Sporangium pada tumbuhan paku yang berdaun terletak pada daun yang fertil (sporofil). Sporofil ada yang berbentuk strobilus dan helaian. Sporangium pada sporofil yang berbentuk helaian berkelompok membentuk sorus.
3.   Jawaban disesuaikan dengan hasil pengamatan. Pada prinsipnya ditinjau dari jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi:
a.   Paku homospora (isospora)yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora yang sama besar.
b.   Paku heterospora yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora berbeda ukuran. Spora yang besar disebut makrospora (gamet betina), sedangkan spora kecil disebut mikrospora (gamet jantan).
c.   Paku peralihan yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran  yang sama, serta diketahui gamet jantan dan betinanya.
4.  Tumbuhan paku yang kita lihat merupakan fase sporofit karena menghasilkan spora. Fase gametofit pada tumbuhan paku berupa protalus yang ukurannya sangat kecil dan berumur pendek sehingga relatif sulit diamati.
5.   Spora yang jatuh di tempat sesuai akan berkecambah membentuk protalus. Protalus merupakan fase gametofit yang membentuk Arkegonium (menghasilkan ovum) dan Anteredium (menghasilkan spermatozoid). Jika terjadi fertilisasi, akan terbentuk zigot yang membentuk tumbuhan paku (sporofit). Tumbuhan paku akan membentuk sporangium yang menghasilkan spora.
6.   Fase sporofit pada tumbuhan paku adalah tumbuhan paku itu sendiri sedangkan pada lumut merupakan sporogonium yang melekat pada gametofitnya. Fase gametofit pada paku adalah protalus yang hidup terpisah dari sporofitnya dan berumur pendek sedangkan pada lumut adalah tumbuhan lumut itu sendiri.

LKK 7.3 Mengamati Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
1. Subdivisi Angiospermae dan Gymnospermae. Angiospermae memiliki biji yang diselubungi daun buah dan memiliki bunga, sedangkan Gymnospermae bijinya tidak diselubungi daun buah dan tidak memiliki bunga yang sebenarnya melainkan strobilus.
2. (sesuai hasil pengamatan siswa)
3. Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae. Dicotyledoneae memiliki ciri-ciri: embrio dengan dua kotiledon, tulang daun menyirip, akar tunggang, bagian-bagian bunga terdiri dari lima bagian. Monocotyledoneae memiliki ciri-ciri: embrio dengan satu kotiledon, tulang daun sejajar, akar serabut, bagian-bagian bunga terdiri dari tiga bagian. 
4. Jawaban disesuaikan dengan hasil pengamatan, tetapi pada prinsipnya tumbuhan gymnospermae dapat dibagi menjadi beberapa kelas yaitu:
a. Cycadinae, ciri: habitus menyerupai palem,berkayu, sedikit atau tidak bercabang, daun tersusun dalam roset batang, tulang daun berbagi menyirip atau menyirip, dan daun muda bergulung seperti pada daun tumbuhan paku
b. Coniferae atau coniferinae, ciri: habitus semak perdu atau pohon dengan tajuk menyerupai kerucut, daun berbentuk jarum, umumnya berumah dua.
c. Gnetinae, ciri: tumbuhan berkayu, batang bisa bercabang atau tidak, bunga berkelamin tunggal, tersusun majemuk, terdapat pada ketiak daun pelindung yang besar dan memiliki tenda bunga.
d. Ginkogoinae ciri: berupa pohon yang memiliki tunas pendek, daun bertangkai panjang dan berbentuk pasak seperti kipas, tulang daun bercabang menggarpu, berumah dua, biji dengan kulit luar yang berdaging dan kulit dalam yang keras, terdiri dari dua daun lembaga
5. Biji pada dikotil memiliki dua daun lembaga, sedangkan biji pada monokotil memiliki satu daun lembaga.
6. Manfaat tumbuhan berbiji bagi kepentingan manusia
- gandum, padi, jagung dan sagu merupakan makanan utama sebagian penduduk dunia
- kacang, tomat, kol, kentang dan wortel merupakan sayuran sebagai sumber serat proteein dan vitamin
- kapas dan rami sebagai bahan sandang
- kayu sebagai bahan papan dan perabotan
   - kumis kucing.,menghkudu, daun dewa dan adas sebagai bahan obnat-obatan
   - pohon angsana, jati, mahoni dan pinus sebagai peneduh,penyimpan air, penyerap karbon dioksida, dan sumber oksigen
   - berbagai jenis bunga untuk dekorasi upacara adat serta kosmetik


Lembar Evaluasi
A.     Pilihan Ganda
1.   e
2.   e
3.   a
4.   b dan d (lumut merupakan tumbuhan peralihan)
5.   b
6.   d
7.   c
8.   d
9.   e
10. d

B.     Esai
1. Selnya memiliki dinding sel, memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis, bergerak pasif.
2. Sebagian lumut belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun sementara ada sebagian yang sudah memiliki struktur mirip akar, batang, dan daun.
3. Beberapa jenis lumut yang bisa dimanfaatkan adalah Marchantia sebagai obat penyakit hati, dan Sphagnum sebagai bahan pembalut dan sumber bahan bakar
4. Pada tumbuhan paku akan ditemukan sporangium atau kotak spora yang menghasilkan spora-spora.
5. Manfaat tumbuhan paku bagi manusia diantaranya semanggi (Marsilea crenata) untuk dimakan sebagai sayur, paku rane (Selaginella plana) sebagai obat penyembuh luka, Azolla pinnata sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah, paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), dan paku tanduk rusa (Platycerum bifurcatum) sebagai tanaman hias.

6. Perbedaan struktur tumbuhan monokotil dan dikotil:
Dikotil
Monokotil
- Embrio dengan dua kotiledon
- Pertulangan daun menyirip
- Pembuluh pengangkut batang berbentuk cincin
- Perakaran tunggang
- Bagian-bagian bunga terdiri dari lima bagian
- Embrio dengan satu kotiledon
- Pertulangan daun sejajar
- Pembuluh pengangkut batang menyebar
- Perakaran serabut
- Bagian-bagian bunga terdiri dari tiga bagian
7.      Bunga pada tumbuhan Angiospermae umumnya memiliki bagian-bagian: benang sari, putik, mahkota, kelopak, dasar bunga, bakal buah, bakal biji. (gambar 8.27 halaman 183 atau gambar 8.28  halaman 184,. buku biologi 1 ESIS,Diah A,dkk)
8.      Sayuran: bayam, kangkung, tauge, kacang panjang, kol, pare, dll.
Bumbu gado-gado: kacang, cabe, caba rawit, bawang putih, bawang, kentang, dll. 

C.     Ekstensi
1. Perkembangan ciri bagian tumbuhan lumut
Divisi
Struktur tubuh
Pembuluh pengangkut
Alat Reproduksi
Lumut
Peralihan
Tidak ada
Spora
Paku
Kormophyta
Ada
Spora
Tumbuhan berbiji
Kormophyta
Ada
Biji
2.   Energi di bumi berupa makanan, minyak bumi dan batu bara. Makanan dalam rantai makanan semua berawal dari tumbuhan. Minyak bumi dan batubara juga berasal dari fosil organisme yang memperoleh energinya dari tumbuhan. Jadi energi yang ada di bumi pada dasarnya bersumber dari tumbuhan.
3.   Suatu lahan yang mengalami kerusakan  pada umumnya telebih dahulu ditumbuhi oleh lumut karena tumbuhan ini termasuk organisme perintis sederhana yang dapat tumbuh di daerah miskin unsur hara/nutrisi. Lumut dapat bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen yang berperan penting sebagai organisme pionir (perintis) untuk pembentukan ekosistem baru.


BAB 8 KINGDOM ANIMALIA (DUNIA HEWAN)

Peta Konsep
Porifera-Tubuh berpori, Coelenterata-tubuh berongga, Platyhelmintes-tubuh pipih, Nemathelminthes-tubuh gilig, Annelida-tubuh beruas-ruas,  Mollusca-bertubuh lunak, Arthropoda-kaki beruas, Echinodermata-berkulit duri, Chordata, memiliki notokord

LKK 8.1 Mengidentifikasi dan Mengklasifikasikan Dunia Hewan
1. Perbedaan antara tumbuhan dan hewan
No.
Ciri-ciri
Perbedaan
Tumbuhan
Hewan
1.
Sel
- mempunyai dinding sel
- mempunyai kloroplas
- tidak mempunyai sentrosom
- tidak mempunyai dinding sel
- tidak mempunyai kloroplas
- mempunyai sentrosom
2.
Cara memperoleh
 makanan
Autotrof
Heterotrof

3.
Kemampuan gerak
Pasif
Aktif
4.
Sistem koordinasi
Tidak punya sistem saraf
Punya sistem saraf

2. a. Porifera
   b. Coelenterata
   c. Platyhelminthes
   d. Nemathelminthes
   e. Annelida
   f. Mollusca
   g. Arthropoda
   h. Echinodermata
   i. Chordata
3. h . - parazoa, memiliki jaringan sejati.
- memiliki simetri radial, memiliki simetri bilateral. mempunyai dua lapisan embrional, gastrula awal. Mempunyai tiga lapisan embrional, gastrula.
         - tidak memiliki rongga tubuh, selomata.
         - rongga tubuh semu, rongga tubuh sejati.
         - mulut, anus.








5. Struktur dan fungsi masing-masing filum dunia hewan
Filum
Ciri lapisan tubuh, simetri tubuh, dan rongga tubuh
Perkembangan struktur-fungsi organ tubuh
Sistem pencernaan
Sistem
respirasi
Sistem
sirkulasi
Sistem
saraf
Sistem reproduksi
Porifera
Satu lapisan (Parazoa), asimetri,
aselomata
Belum berkembang (intraseluler)
Belum berkembanga
(Difusi)
Belum berkembang
Belum berkembang
Aseksual dengan tunas, seksual
Coelentera-ta
Diplobalastik, simetri radial, aselomata
Ekstraseluler pada gastrosol, intraseluler di dalam sel gastrodermis
Belum berkembang (Difusi)
Belum berkembang
Sederhana tersebar berbentuk jala
Aseksual dengan tunas, seksual

Platyhel-minthes
Triploblastik, simetri bilateral, aselomata
Mulut, faring, usus
Belum berkembang (difusi)
Belum berkembang
Sistem saraf tangga tali
Aseksual dengan fragmentasi, seksual (hermafrodit)
Nemathel-minthes
Triploblastik, simetri bilateral,
pseudoselomata
Mulut, faring, usus, anus
Belum berkembang (difusi)
Terbuka
Cincin ganglion di sekitar esofagus
Seksual
Annelida
Triploblastik, simetri bilateral,
selomata
Mulut, faring, esofagus, usus, anus
Belum berkembang (difusi)
Tertutup
Sistem saraf tangga tali
Aseksual dengan fragmentasi, seksual
Mollusca
Triploblastik, simetri bilateral,
selomata
Mulut, esofagus, lambung, usus, anus
Insang, rongga mantel
Terbuka
Cincin saraf di sekitar esofagus dan serabut saraf tersebar
Seksual
Arthropoda
Triploblastik, simetri bilateral,
selomata
Mulut, esofagus, lambung, usus, anus
Insang, trakea, paru-paru buku
Terbuka
Sistem saraf tangga tali
Aseksual dengan partenogenesis, seksual
Echinoder-mata
Triploblastik, simetri bilateral saat larva dan radial saat dewasa,
selomata
Mulut, esofagus, lambung, usus, anus
Insang
Terbuka (dengan cairan rongga tubuh)
Cincin pusat saraf yang bercabang
Seksual
Chordata
Triploblastik, simetri bilateral,
selomata
Mulut, faring, lambung, usus, anus
Insang,
paru-paru
Tertutup
Otak, serabut saraf
Seksual

LKK 8.2 Mengamati Mollusca
Pertanyaan
1. - memiliki alat gerak
    - memiliki bagian tubuh yang lunak disebut massa viseral
    - memiliki mantel
2.   Bekicot, keong, dan siput: Gastropoda, ciri-cirinya menggunakan perut sebagai alat gerak, memiliki cangkang tunggal.
      Cumi-cumi dan sotong: Cephalopoda, ciri-cirinya menggunakan tentakel yang terletak di kepala sebagai alat gerak, tidak memiliki cangkang luar.   
      Kerang : Pelecypoda, ciri-cirinya menggunakan kaki berbentuk pipih seperti kapak sebagai alat gerak, memiliki dua cangkang pipih yang setangkup.
3.   Cumi-cumi dan sotong tidak memiliki cangkang luar (eksoskeleton), namun memiliki endoskeleton.
4. Cara Mollusca melindungi diri dari musuh:
·   Gastropoda : sebagian besar gastropoda terlindungi dalam cangkang tunggal berbentuk spiral, tempat hewan tersebut dapat menrik diri ketika ada ancaman. Pada kelompok keong kerucut, geligi radula berbentuk anak panah dan beracun.
·   Bivalvia : memiliki cangkang luar keras yang setangkup, kedua bagian cangkang dapat bertaut pada garis pertengahan dorsal dan otot adduktor yang sangat kuat menarik kedua paruh cangkang untuk melindungi hewan ini ketika merasa terancam.
·   Cephalopoda : memiliki organ pertahanan diri berupa kantong tinta berisi cairan seperti tinta berwarna hitam atau coklat yang terletak di bagian ventral tubuh. Jika hewan ini terancam oleh musuh, tinta akan disemburkan melalui anus yang terletak di kepala.

LKK 8.3 Mengamati Arthropoda
1. Sama-sama memiliki kaki yang beruas-ruas.
2. a.  - Insekta
      - Kaki berjumlah enam; tubuh terbagi atas kaput, toraks, dan abdomen; memiliki mata majemuk; sebagian besar mengalami metamorfosis; dua pasang sayap dengan sayap depan sempit, mulut menggingit dan mengunyah.
    b. - Crustaceae
        - Memiliki eksoskeleton yang keras, memiliki empat pasang kaki jalan dan lima pasang kaki renang, tubuh terbagi atas 
           sefalotoraks dan abdomen.
    c. - Arachnoidea
        - Memiliki empat pasang kaki, tubuh terbagi atas sefalotoraks dan abdomen.
    d. - Myriapoda
        - Tubuh bersegmen, memiliki satu atau dua pasang kaki pada tiap segmen tubuhnya.
 e. - Insekta
        - Kaki berjumlah enam; tubuh terbagi atas kaput, toraks, dan abdomen; memiliki mata majemuk; dua pasang sayap jala; mulut menggigit; metamorfosis tidak sempurna.
3.  (ralat: udang dan kalajengking sama-sama memiliki capit). Capit pada udang merupakan perkembangan dari kaki sementara capit pada kalajengking merupakan perkembangan dari mulut.
4.   Alat penyengat beracun pada kalajengking berada pada segmen abdomen terakhir, sedangkan alat penyengat beracun pada kelabang terletak pada bagian paling anterior segmen tubuh.




Lembar Evaluasi
A.     Pilihan Ganda
1.     d                                                   11. c
2.     b                                                   12. c
3.     b                                                   13. b
4.     b                                                   14. e
5.          c                                                          15. c
6.     e (medusa dan polip)                    16. b
7.     c                                                   17. c
8.    c                                                   18. e
9.     b                                                   19. b
10.   c                                                   20. a

B.     Esai
1.  Parazoa                                                                   Eumetazoa
 


  

























2. Tumbuhan memiliki dinding sel dan kloroplas, bersifat autotrof, tidak memiliki sistem saraf dan pencernaan, tidak memilik sentriol. Hewan tidak memiliki dinding sel dan kloroplas, bersifat heterotrof, memiliki sistem saraf dan pencernaan, memiliki sentriol.
3. a.  Porifera belum memiliki jaringan (Parazoa) sedangkan Coelentarata sudah memiliki jaringan (Eumetazoa).
 b.  Pencernaan pada Porifera terjadi secara intraseluler sedangkan pada Coelentarata terjadi secara ekstraseluler dan intraseluler.  
4. - Platyhelminthes     : tubuh berbentuk pipih, aselomata.
    - Nemathelminthes   : tubuh berbentuk gilig, pseudoselomata.
    - Annelida                : tubuh bersegmen-segmen, selomata.
5. Struktur kaki tabung terdiri atas madreporit, saluran cincin, saluran radial, ampula, dan kaki ambulakral. Saat air masuk melewati madreporit, air akan emmenuhi saluran cincin, saluran radial, dan ampula. Saat ampula berkontraksi, air akan tertekan ke dalam kaki ambulakral sehingga kaki tersebut memanjang ke luar. Bila kaki tersebut menempel pada suatu dasar otot-otot longitudinal akan berkontraksi sehingga air tertekan kembali ke ampula dan kaki memendek. Pemanjangan dan pemendekan kaki ambulakral menyebabkan pergerakan.
6. Peran Molusca bagi manusia:
·   Sumber makanan yang mengandung protein tinggi, seperti tiram batu (Aemaea sp) dan kerang (Anadara sp.)
·   Perhiasan, misalnya tiram mutiara (Pinctada margaritifera)
·   Hiasan dan kancing, misalnya cangkang tiram batu, Nautilus, dan tiram mutiara.
·   Bahan baku teraso, misalnya cangkang Tridacna sp.
Peran Arthropoda bagi manusia:
  • Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi, misalnya kepiting (Scylla serrata)
  • Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)
  • Bahan industri kain sutra, yaitu pupa kupu-kupu sutra (Bombyx mori)

C.     Ekstensi
1. Protozoa dipisahkan dari kingdom Animalia sebab anggota filum Protozoa merupakan organisme uniseluler sementara anggota filum pada kingdom Animalia semuanya bersifat multiseluler.
2. Hewan tersebut termasuk kelompok invertebrata, filum Chordata. Invertebrata sebenarnya merupakan istilah yang  digunakan untuk kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Kelompok invertebrata terdiri atas filum Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan dua subfilum anggota filum Chordata, yaitu Urochordata dan Cephalochordata. Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang dan dalam taksonomi merupakan subfilum ke tiga dari filum Chordata.
3. Echinodermata menguntungkan dalam menjaga kelangsungan ekosistem terumbu karang karena anggota-anggota dari filum ini ada yang berperan sebagai pemakan suspensi dan memakan buangan dari koral terumbu karang dan ada juga yang berperan sebagi predator atau pemakan bangkai yang berperan melindungi koral dari hewan penganggu atau predator.

















BAB 9 EKOSISTEM

Peta Konsep
Biotik, konsumen, pengurai, individu, populasi, air, suhu, cahaya, kelembapan, udara.

LKK 9.1 Mempelajari Ekologi sebagai Ilmu
1.   Tempat tinggal, ilmu, ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
2.   Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan komponen abiotiknya dalam satu kesatuan tempat hidup.
3.   a. - komponen yang terdiri dari benda tak hidup
          - komponen yang terdiri dari makhluk hidup
4.   a. Organisme yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.
b. Organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bergantung pada organisme lain untuk memenuhi kebutuhan makanannya. 
       c. Organisme yang menguraikan sisa-sisa organisme untuk memperoleh makanannya.
5.   a. Makhluk hidup tunggal.
    b. Kumpulan individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu.
     c. Seluruh populasi makhluk hidup yang hidup dalam suatu ekosistem.
6.   air, cahaya, suhu, udara, dan kelembapan.
7. a. biotik, abiotik.
     b. biotik.
8.   a. Tidak ada interaksi secara langsung,  hanya hidup berdampingan saja.
b. Interaksi yang merupakan persaingan antar komponen biotik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
     c. Interaksi berupa makan dan dimakan.
     d. Iinteraksi berupa dua spesies berbeda yang hidup bersama.
9.  a.  simbiosis yang saling menguntungkan kedua spesies yang hidup bersama.
b. simbiosis yang menguntungkan satu spesies dan spesies yang lain tidak dintungkan ataupun dirugikan.
    c. simbiosis yang menguntungkan satu spesies dan spesies yang lain dirugikan.
10. Energi, materi, rantai makanan.

LKK 9.2 Mengamati Ekosistem
Pertanyaan
1. a.  Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan komponen abiotiknya dalam satu kesatuan tempat hidup.
b.  Tidak, batasannya sangatlah relatif. Yang membatasi suatu ekosistem adalah interaksi antara komponen biotik dan abiotik yang ada di dalamnya.
c. Ya, sebab ada interaksi antar komponen biotik, yaitu antara berbagai macam bakteri yang hiudp di usus dan ada interaksi antara bakteri dengan komponen abiotik, misalnya suhu, udara, dan zat makanan.
2. a. Habitat merupakan tempat hidup suatu makhluk hidup.
 b. Pada ekosistem ada hubungan interaksi antar komponen biotik dan antara komponen biotik dengan abiotik.
 c.  Niche adalah fungsi atau posisi/kedudukan suatu spesies organisme di dalam ekosistem.
3. a.  Lahan yang semula kosong akan  perlahan-lahan ditumbuhi organisme-organisme perintis seperti lumut kerak, rumput, alang-alang, dan lama kelamaan akan menjadi lebat dan kemudian tumbuh semak dan pohon kembali.
 b. Suksesi

LKK 9.3 Mengamati Interaksi dalam Ekosistem
Pertanyaan
1. Niche keduanya akan tidak saling tumpang tindih.
2. (Sesuai hasil pengamatan siswa)
3. (Jawaban dapat disesuaikan dengan kesimpulan siswa), Interaksi yang terjadi antar makhluk hidup menyebabkan setiap makhluk hidup memiliki relung/niche dalam ekosistem.

LKK 9.4 Memahami Rantai Makanan, Jaring-Jaring Makanan, Piramida Ekologi, Arus Energi, dan Siklus Materi
Pertanyaan
(jawaban nomor 1-5 sesuai hasil pengamatan siswa)
6. Terjadi perpindahan materi dan perpindahan energi.
7. a. Berasal dari energi matahari yang ditangkap produsen.
    b.  Perpindahan materi berupa siklus atau daur, sementara perpindahan energi berupa aliran.
8. a.  Semakin tinggi tingkat trofik, energi semakin sering dikonversi/berubah bentuk sehingga semakin banyak energi yang terpencar dan semakin sedikit energi yang tertambat.
     b. - Kecepatan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik oleh organisme autotrof.
- Seluruh bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme autotrof.
         - Bahan organik hasil fotosintesis yang tersimpan dalam tubuh organisme.
    - Kecepatan energi kimia mengubah bahan organik menjadi simpanan energi kimia baru oleh organisme heterotrof.
9. a.  Daur ulang zat-zat di ekosistem dengan melibatkan makhluk hidup dan lingkungan sekitarnya.
    b.  Daur air : air di bumi ada yang dalam bentuk air permukaan (laut, sungai, danau), atau air tanah (diserap oleh tanah). air permukaan bila terkena panas matahari akan menguap membentuk uap air di atmosfer. Air yang digunakan organisme juga akan membentuk uap air di atmosfer melalui proses respirasi atau transpirasi. Uap air di atmosfer akan terkondensasi dan akhirnya jatuh ke bumi melalui hujan. Air hujan akan jatuh kembali ke perairan atau diserap oleh tanah.
Daur karbon : CO2 di atmosfer dihasilkan melalui proses pembakaran bahan bakar fosil dan melalui proses respirasi seluler makhluk hidup. CO2 tersebut kemudian digunakan oleh tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Tumbuhan sebagai produsen menyediakan makanan bagi hewan yang merupakan konsumen. Hewan dan tumbuhan kemudian akan mati dan diurai oleh detritivor menghasilkan senyawa karbon yang akan membentuk bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil digunakan untuk proses pembakaran yang akan melepaskan CO2 kembali ke atmosfer bersama dengan CO2 hasil respirasi makhluk hidup. 
Daur nitrogen    : Nitrogen yang ada di atmosfer dalam bentuk N2 difiksasi oleh bakteri membentuk amonium (NH3). Amonium juga dihasilkan melalui proses penguraian organisme oleh dekomposer. Amonium kemudian dirubah oleh bakteri nitrit menjadi nitrit. Nitrit dirubah menjadi nitrat oleh oleh bakteri nitrat dan dapat digunakan oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan nitrogennya. Nitrat juga dapat digunakan oleh bakteri untuk dirombak menjadi nitrogen melalui proses denitrifikasi dan dilepaskan kembali ke atmosfer.
Daur sulfur : (Ralat: Gambar seperti buku teks Biologi SMA X, Diah Aryulina dkk). Sulfat diserap oleh tumbuhan. Tumbuhan dimakan oleh konsumen dan terjadi perpindahan sulfat dalam rantai makanan. Organisme yang mati akan diurai oleh bakteri. Sulfat akan dirubah menjadi hidrogen sulfida (H2S) dan dilepaskan ke atmosfer. Hidrogen sulfida akan dirubah menjadi sulfur oleh bakteri fotoautotrof anaerob dan dioksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof.  
Daur fosfor : Fosfat dalam air tanah diserap oleh tumbuhan. Tumbuhan dimakan oleh hewan dan fosfat terbawa dalam rantai makanan. Organisme yang mati akan diurai oleh bakteri dan jamur dan melepaskan fosfor. Fosfor yang terbentuk di tanah jika terbawa hujan akan larut dalam air dan membentuk sedimen di laut. Sedimen tersebut akan mengalami pengangkatan geologi membentuk batuan yang mengandung fosfat. Batuan yang mengalami pelapukan akan melarutkan fosfat dalam air tanah. 
10. Keseimbangan ekosistem dapat dijaga dengan mengatur komponen biotik dan abiotik tetap pada proporsi yang sesuai   sehingga siklus materi dan energi tetap berjalan normal.
Lembar Evaluasi
A.     Pilihan Ganda
1.     c                                                   11. e
2.     c                                                   12. d
3.     c                                                   13. a
4.     e                                                   14. d
5.          e                                                          15. a
6.     c                                                   16. d
7.     c                                                   17. b
8.    a                                                   18. d
9.     c                                                   19. d
10.   c                                                   20. e

B.     Esai
1. a. Ekosistem
    b. Habitat
    c. Status/fungsi
    d. Komensalisme, mutualisme, parasitisme, kompetisi, predasi.
2. a.  Tidak, sebab batasan ekosistem adalah adanya interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik.
    b.  Memiliki komponen biotik dan abiotik, ada interaksi antara komponen-komponen tersebut.
3. Tidak, dalam bentuk interaksi predasi, ada individu yang merupakan mangsa dan ada yang merupakan predator. Individu yang merupakan mangsa akan dimakan oleh predatornya dan mati. Dalam Parasitisme, ada individu yang merupakan inang dan ada yang merupakan parasit. Individu yang merupakan inang akan diserap atau diambil zat-zat dari tubuhnya oleh parasit, namun inang tersebut tetap hidup.
4. Matahari
 




    Produsen                        Konsumen I                                  Konsumen II                   Konsumen III
 




                                                                     
                                                              Dekomposer
 



                                                           
                                                            Zat anorganik
Ket:             Siklus materi        
               
                  Aliran energi

5. a.  Piramida jumlah berdasarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik. Piramida biomassa berdasarkan berat kering seluruh organisme di tingkat trofik tertentu. Piramida energi berdasarkan banyaknya energi ysng tersimpan pada setiap           tingkat trofik.
 b.  Piramida yang lebih mudah digunakan adalah piramida jumlah sebab hanya berdasarkan jumlah individu yang ada. Piramida yang lebih baik adalah piramida energi sebab dapat menggambarkan daya dukung suatu tingkat trofik                    terhadap tingkat trofik di atasnya.

C.     Ekstensi
1.  Hampir semua energi yang digunakan dan dimanfaatkan manusia asalnya dari matahari, misalnya: air, batu bara, minyak.
2.  Populasi manusia yang terus meningkat menyebabkan peningkatan kebutuhan air pula. Akibatnya air tanah semakin banyak yang diserap, sementara lahan yang dapat berfungsi sebagai daerah penyerapan air semakin sempit karena lahan tersebut dirubah menjadi tempat pemukiman dan gedung-gedung (perkotaan). Dampak yang akan timbul adalah manusia akan kekurangan air, terjadi interupsi air laut, dan menurunnya permukaan tanah. Hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan daur air misalnya: tidak menggunakan air dengan boros, membuat sumur-sumur resapan dan lahan yang dapat berfungsi sebagai tempat resapan air, membatasi pembukaan hutan atau lahan untuk dijadikan pemukiman atau perkotaan.
3.   Setuju, sebab air di daratan akan selalu mengalir ke laut dengan membawa garam-garam mineral yang terlarut. Sementara itu, air yang kembali ke daratan hanya air saja, sehingga kandungan mineral di laut akan semakin tinggi.


BAB 10 PENCEMARAN LINGKUNGAN

Peta Konsep
·Karbon monoksida (CO), Sulfur dioksida (SO2), Nitrogen monoksida (NO), Karbon dioksida (CO2), kloro fluro karbon (CFC)
·Pencemaran air, logam berat, pestisida, minyak, sampah
·Pencemaran tanah, pestisida, herbisida, pupuk buatan, logam berat

LKK 10.1 Mengamati Pengaruh Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan
Pertanyaan
1. (sesuai hasil pengamatan siswa)
2. (sesuai hasil pengamatan siswa)
3. Manusia sebagai makhluk hidup merupakan komponen biotik dalam lingkungan hidup.  Lingkungan hidup sebagai Ekosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi sehingga manusia merupakan bagian dari lingkungan hidup.
4. Dengan cara menjaga komponen biotik dan abiotik tetap dalam komposisi yang proporsional.
5. Keseimbangan lingkungan dapat dicapai ketika komponen biotik dan abiotik berada dalam komposisi dan proporsi yang seimbang, ketika salah satu elemen tersebut hilang atau terganggu maka keseimbangan lingkungan pun akan terganggu. Jika keadaan ini berlangsung secara terus menerus akhirnya keseimabangan lingkungan menjadi rusak. Terganggunya komponen biotik dan abiotik lingkungan dapat disebabkan oleh perusakan hutan, polusi yang tidak tertanggulangi, eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan.
6. Kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan.

LKK 10.2 Mengamati Pengaruh Deterjen (Bahan Pencemar) terhadap Daya Hidup Cacing Tanah
Pertanyaan
1.  Deterjen sebagai polutan seharusnya  menurunkan daya hidup cacing tanah.
2.  (Sesuai hasil pengamatan siswa), seharusnya semakin tinggi konsentrasi deterjen semakin menurun daya lenting lingkungannya.
3.  (Jawaban dapat disesuaikan dengan jawaban siswa), pencemaran adalah perubahan yang tidak diinginkan pada lingkungan baik secara fisik, kimia, maupun biologi.
4.  (Sesuai jawaban siswa)
5.  -  Limbah rumah tangga : sampah rumah tangga, baik berupa sampah organik maupun sampah anorganik.
      -  Limbah pertanian : penggunaan pupuk buatan secara berlebihan menyebabkan tanah menjadi asam yang selanjutnya akan mempengaruhi produktivitas tanaman, penggunaan pestisida dapat membahayakan organisme tanah dan organisme non-target lainnya karena pestisida sukar terurai dan dapat bertahan lama di dalam tanah serta dapat terakumulasi dalam tubuh organisme.
- Limbah pertambangan : penggunaan logam-logam berat berbahaya, seperti merkuri dapat terakumulasi dalam tubuh organisme dan menyebabkan gangguan kesehatan.
6.   Pencemaran air dipicu oleh jenis-jenis limbah buangan rumah tangga, seperti sampah ke perairan dan limbah buangan industri, seperti logam berat, zat pewarna, dan sisa olahan industri yang dibuang langsung ke perairan.
Solusi : - Membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan
 - Perusahaan-perusahaan harus memiliki sistem pengolahan sisa industri/limbah industri sebelum dibuang ke perairan.
7. a.  - Respirasi, pembakaran, tumbuhan, fotosintesis.
- Peningkatan populasi manusia dan pembakaran bahan bakar fosil.
- Energi dari matahari melewati kaca dan memanaskan tanah, kemudian sebagian energi tersebut dipantulkan oleh kaca keluar rumah kaca sementara sebagian lagi terperangkap di dalam rumah kaca.
- Pantulan cahaya yang menuju atmosfer akan tertahan oleh gas CO2 sehingga kembali ke bumi.
- Suhu bumi akan meningkat, terjadi perubahan iklim, es di kutub mencair sehingga permukaan air laut akan naik dan daratan tenggelam.
 b.  Oksigen, hemoglobin tidak mengikat oksigen melainkan karbon monoksida sehingga tubuh kekurangan oksigen.
 c.  H2SO4, HNO3, asam sulfat, asam nitrat, hujan asam. Korosif pada logam, menurunkan pH tanah dan air, rusaknya hutan, matinya beberapa organisme.
8.  CFC, CFC akan berikatan dengan ozon dan menyebabkan terurainya molekul ozon. Akibatnya lapisan ozon akan menipis dan membentuk lubang. Menipisnya lapisan ozon menyebabkan sinar UV yang dipancarkan matahari sampai ke bumi dan dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan mata, rusaknya tanaman, dan gangguan pada rantai makanan.

Lembar Evaluasi
A.     Pilihan Ganda
1.     b                                                   11. b
2.     a                                                   12. e
3.     b                                                   13. b
4.     e                                                   14. c
5.     a                                                   15. a
6.     d                                                   16. b
7.     c                                                   17. a
8.    d                                                   18. d
9.     c                                                   19. c
10.   c                                                   20. d

B.     Esai
1. Pencemaran adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan baik secara fisik, kimia, maupun biologi, yang menyebabkan menurunnya fungsi lingkungan tersebut atau menjadi tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Sebabnya adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain dalam suatu lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam. Akibatnya mutu kualitas lingkungan menurun.
2. - Karbon dioksida (CO2), menyebabkan efek rumah kaca.
    - Karbon monoksida (CO), bersifat racun bagi manusia sehingga dapat menyebabkan kematian.
    - Sulfur dioksida (SO2), menyebabkan hujan asam.
    - Nitrogen monoksida (NO), menyebabkan hujan asam.
    - Asap, menyebabkan gangguan pernapasan dan iritasi pada mata.
3. Tidak. Beberapa bahan pencemar yang mungkin dihasilkan dari daerah pertanian adalah pupuk buatan, pestisida, herbisida, sampah. Dampaknya adalah eutrofikasi, keracunan bagi organisme darat dan air, atau akumulasi zat-zat racun dan terbawa dalam rantai makanan sampai ke manusia.
4. a.  Sifat gas CO : tidak berwarna, tidak berbau, tidak memiliki rasa, daya pengikatan oleh Hb lebih tinggi dari oksigen.
         Akibat : keberadaan gas CO sulit dideteksi, dapat mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen.
    b.  Tidak menghidupkan mesin kendaraan bermotor di ruangan tertutup, Bila kendaraan bermotor berhenti untuk waktu yang lama mesinnya dimatikan, Jika berpergian dengan mobil, kaca dibuka secara periodik.
5. Bahan organik yang masuk ke sungai akan mengalami pembusukan. Proses pembusukan membutuhkan oksigen sehingga kadar oksigen dalam air akan berkurang. Organisme yang hidup di dalamnya akan kekurangan oksigen dan mati. Pembusukan akan menghasilkan senyawa H2S yang berbau busuk/menyengat.
6. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan:
- Membuang sampah pada tempatnya
- Mengurangi penggunaan pupuk buatan dan pertisida
- Mengurangi penggunaan produk-produk aerosol
- Melakukan uji emisi kendaraan bermotor secara berkala
- Menggunakan produk-produk harian dan bahan bakar ramah lingkungan
- Melakukan penghijauan, penanaman kembali setelah melakukan penebangan hutan sehingga pengurangan daerah resapan air dapat diminimalisasi serta cadangan air tanah dapat dipertahankan.
7. Cara pengolahan limbah dari knalpot:
- Menggunakan kendaraan yang dilengkapi dengan penyaringan CO sehingga limbah udara dapat dikurangi
- Menggunakan bahan bakar ramah lingkungan
- Uji emisi secara berkala
8. (Jawaban sesuai dengan hasil pencarian siswa). Sebagai contoh: daur ulang kaleng-kaleng bekas, kaleng-kaleng bekas ini dikompakkan dengan alat pengepres logam, kaleng-kaleng yang telah kompak/padat dapat dijadikan berbagai bahan baku perkakas rumah tangga dan pertukangan.



C.     Ekstensi
1. Emisi karbon terutama berasal dari pembakaran bahan bakar fosil untuk menggerakkan mesin-mesin industri. Penurunan emisi karbon berarti mengurangi kegiatan industri dan akan merugikan perekonomian.
2. (sesuai hasil pencarian siswa)