Thursday, February 13, 2014

Kunci Jawaban LKS ESIS kelas X A

KUNCI PENYELESAIAN
BUKU KERJA BIOLOGI SMA KELAS X (1A) KTSP

BAB 1 BIOLOGI SEBAGAI ILMU

Peta Konsep
·         Biologi murni: Botani, zoologi, fisiologi, anatomi
·         Profesi: dokter, penyuluh pertanian, peneliti, pengusaha
·         Biologi terapan: kedokteran, pertanian, perikanan, bioteknologi


LKK 1.1 Memahami Hakikat Biologi sebagai Ilmu
A.     Hidup; Ilmu; Ilmu yang mempelajari kehidupan
B.     1.   Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
2.      Sel, contoh: sel darah, sel saraf; jaringan dan organ, contoh: jaringan ikat, organ ginjal; individu, contoh: harimau; populasi, contoh: populasi harimau sumatra; komunitas, contoh: komunitas sawah, air payau
3.      Ragam persolan: sains sebagai inkuiri; sejarah dan konsep biologi; evolusi; keanekaragaman  makhluk hidup; genetika; makhluk hidup dan lingkungan; tingkah laku; struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi
C.   Cabang-cabang Biologi:
Kajian berdasarkan objek: hewan
 Kajian berdasarkan tingkat organisasi kehidupan: individu
Kajian berdasarkan persoalan: struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi
1.      Biologi Molekuler
Objek kajian: Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: molekul
Persoalan: genetika
2.      Genetika
Objek kajian: Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: molekul
Persoalan: genetika
3.      Histologi
Objek kajian: hewan
Tingkat organisasi kehidupan: jaringan
Persoalan: struktur dan fungsi
4.      Anatomi
Objek kajian: Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: organ dan sistem organ
Persoalan: struktur dan fungsi
5.      Fisiologi
Objek kajian: Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: organ dan sistem organ
Persoalan: regulasi/ pengaturan fungsi
6.      Mikrobiologi
Objek kajian: Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: makhluk hidup dan lingkungan; tingkah laku; struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi

7.      Botani
Objek kajian: tumbuhan
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: struktur dan fungsi; tingkah laku; makhluk hidup dan lingkungan
8.      Ekologi
Objek kajian: Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: ekosistem
Persoalan: makhluk hidup dan lingkungan
9.      Taksonomi
Objek kajian: Eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: keanekaragaman mahluk hidup
10.  Zoologi
Objek kajian: hewan
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi; tingkah laku; makhluk hidup dan lingkungan
11.  Embriologi
Objek kajian: embrio (tumbuhan dan hewan)
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: struktur dan fungsi
12.  Entomologi
Objek kajian: serangga (hewan)
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi; tingkah laku; makhluk hidup dan lingkungan
13.  Ornitologi
Objek kajian: burung (hewan)
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi; tingkah laku; makhluk hidup dan lingkungan
14.  Mikologi
Objek kajian: fungi
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi; tingkah laku; makhluk hidup dan lingkungan
15.  Akuakultura
Objek kajian: hewan
Tingkat organisasi kehidupan: komunitas
Persoalan: tingkah laku; makhluk hidup dan lingkungan
16.  Evolusi
Objek kajian: eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Persoalan: evolusi
17.  Sitologi
Objek kajian: eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: sel
Persoalan: struktur dan fungsi


D. Manfaat Biologi
1.      Penemuan obat-obatan dan vaksin baru, diagnosis penyakit secara cepat dan akurat, terapi gen manusia, sidik jari DNA dan tes DNA
2.      Sterilisasi bahan makanan, pengawetan makanan, fermentasi makanan dan minuman, pemanfaatan mikroorganisme dalam pembuatan produk makanan (seperti nata de coco, kecap, tempe, tape, dll)
3.      Penyediaan bibit unggul tanaman, pengendalian hama terpadu, meningkatkan produktivitas pertanian dengan rekayasa genetika (seperti tanaman dan buah transgenik), menggunakan bakteri pemfiksasi nitrogen sebagai agen penyubur tanah
4.      Biogas dari kotoran ternak, menyediakan pakan ternak bergizi tinggi, inseminasi buatan, menyediakan ternak dengan sifat unggul
5.      Penggunaan bahan biologis dapat menekan biaya produksi, meningkatkan kualitas produk baik dari segi rasa, harga, maupun kandungan gizi, pengawetan makanan memungkinkan bahan makanan disimpan lebih lama sehingga proses distribusi produk dan waktu penjualan lebih lama, penyediaan jasa konsultan biologi.

Lembar Evaluasi
A. Pilihan Ganda
1.      a
2.      d
3.      b
4.      e
5.      c

6.      c
7.      c
8.      d
9.      d
10.  e


B. Esai
1.      Kajian-kajian yang dibahas pada bidang ilmu biologi berkembang berdasarkan tiga aspek, yaitu objek yang menjadi bahan kajian dari suatu cabang ilmu biologi (eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan), ragam persoalan yang menjadi pokok kajian/bahasan utama dari suatu cabang ilmu biologi (sains sebagai inkuiri; sejarah dan konsep biologi; evolusi; keanekaragaman  makhluk hidup; genetika; makhluk hidup dan lingkungan; tingkah laku; struktur dan fungsi; regulasi/pengaturan fungsi), dan tingkat organisasi kehidupan yang dikaji pada setiap cabang ilmu biologi (molekul, sel, jaringan dan organ, individu, populasi, komunitas, bioma).
2.      Etologi
Objek kajian: tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Peran dalam bidang pertanian dan industri: dengan memperlajari tingkah laku baik hewan maupun tumbuhan maka kita dapat menentukan kapan saat terbaik untuk menanam atau memanen (untuk bidang pertanian) sehingga dapat diperoleh kualitas produk pertanian yang lebih baik dan produk hasil olahan industri pun akan menjadi lebih baik
Ekologi
Objek kajian: eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi; tumbuhan; hewan
Tingkat organisasi kehidupan: ekosistem
Peran dalam bidang pertanian dan industri: dalam bidang pertanian, ekologi dapat berperan dalam proses pengendalian hama terpadu dengan menggunakan agen biologis, penentuan lokasi industri yang tepat, strategis, dan ramah lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan kajian ekologi suatu wilayah
Mikrobiologi
Objek kajian: eubacteria dan archaebacteria; protista; fungi
Tingkat organisasi kehidupan: individu
Peran dalam bidang pertanian dan industri: bakteri pemfiksasi nitrogen berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah, banyak jenis bakteri atau jamur yang berperan dalam industri makanan seperti dalam proses fermentasi, pengawetan makanan, peningkatan kandungan gizi, dll.
3.      Ahli mikrobiologi (mikrobiologis), peneliti di bagian penelitian dan pengembangan produk (research and development), staff di bagian kontrol kualitas produk (quality control)
ketiga bidang pekerjaan tersebut sesuai dengan kriteria sarjana biologi karena pada dasarnya ketiganya membutuhkan pengetahuan dasar tentang agen biologi yang dapat berperan dalam industri makanan dengan berbagai karakteristik yang dimiliki oleh agen biologi tersebut dan seharusnya seorang sarjana biologi pernah mempelajarinya dan memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.
4.      Cabang ilmu biologi yang berperan dalam teknik kultur jaringan (pada bidang pertanian): biologi molekuler, genetika, mikrobiologi (khususnya bakteriologi), anatomi dan fisiologi tumbuhan, pertanian.
5.      Variabel bebas: suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya, dan medium pertumbuhan
variabel terikat: kemampuan reproduksi bakteri (jumlah sel bakteri)

C. Ekstensi
1. Biologi dapat berperan untuk menyediakan energi alternatif dengan:
·    mengembangkan tanaman yang cepat menghasilkan karbohidrat terutama amilum kemudian difermentasikan sehingga menghasilkan alkohol yang kaya energi.
·    mengembangkan tanaman penghasil minyak yang kemudian diolah menjadi bahan bakar minyak jarak, sawit, dll.
·    mengembangkan biogas dari kotoran ternak dan sampah organik dengan bantuan bakteri fermentor.
  • mengembangkan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat sehingga tersedia kayu untuk bahan bakar.
2.  Banyak kemajuan yang terjadi dalam bioteknologi dengan mengambil suatu contoh dari berbagai media maka akan dapat dianalisis manfaat dan dampak negatifnya, seperti tanaman hasil rekayasa genetika, kloning, kultur jaringan, dan masih banyak lagi.
3.  Keadaan yang dijelaskan pada soal dapat dikembangkan menjadi berbagai permasalahan yang pemecahannya dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi terhadap permasalahan tersebut. Tuntunan dalam menyelesaikan soal ini dapat di baca pada LKK 1.2 atau buku teks Biologi Esis-Diah pada bab 1 mengenai metode ilmiah.
4.  Mikrobiologi, biokimia, peternakan, kedokteran hewan.
5.  Biologi dapat menyediakan sumber makanan alternatif dengan cara:
  • Menyediakan bibit unggul yang lebih cepat panen sehingga kebutuhan makanan dapat terpenuhi dengan cepat dan dengan kandungan gizi tinggi.
  • Rekayasa genetika terhadap tanaman dapat menghasilkan tanaman anti hama dan tanaman dengan kandungan gizi lebih tinggi
  • Pengawetan makanan memungkinkan suatu bahan makanan dapat disimpan dan dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama
  • Pemanfaatan beberapa spesies tertentu sebagai sumber bahan makanan baru.






BAB 2 VIRUS

Peta Konsep
·         Virus ditemukan oleh: Adolf Meyer, Dimitri Iwanowski, Martins W. Beijerinck, Wendell M. Stanley
·         Reproduksi yang disebut proliferasi; lisogenik.
·         Sifat sebagai benda mati: ukuran 25-300 nm, partikel penyusunnya virion, dan tersusun atas molekul DNA/RNA dan protein.
·         Virus menguntungkan karena membantu dalam rekayasa genetika
·         Virus merugikan karena menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

LKK 2.1 Mengidentifikasi Ciri, Struktur, dan Reproduksi Virus
Keterangan gambar struktur virus: 1. kepala; 2. DNA/RNA; 3. selubung protein; 4. selubung ekor; 5. lempengan dasar; 6. serabut ekor.

Pertanyaan
1.      Struktur tubuh tidak dapat dianggap sebagai sel karena hanya terdiri dari molekul DNA yang belum membentuk struktur sitoplasma dan belum terbungkus oleh membran sel serta tidak dilengkapi dengan organel-organel sel seperti yang ditemukan pada sel hewan atau tumbuhan.
2.      Bergerak, bereproduksi, makan dan melakukan metabolisme, peka terhadap rangsangan, melakukan ekskresi.
3.      Ciri-ciri virus:
·    ukuran sangat renik (25-300 nm)
·    berupa partikel yang disebut virion yang tersusun atas molekul DNA/RNA dengan selubung protein
·    dapat melakukan reproduksi hanya jika berada dalam tubuh makhluk hidup
·    dapat dikristalkan
4.      Gejala hidup yang dimiliki virus hanya satu, yaitu dapat melakukan reproduksi.
5.      Secara umum virus belum dapat dikelompokkan sebagai makhluk hidup karena sifat hidup yang dimiliki hanya dapat bereproduksi sedangkan sifat hidup yang lain belum dimiliki. Oleh karena itu, virus sering disebut makhluk peralihan antara makhluk hidup dengan benda mati.
6.      berada dalam sel hidup/sel inang.
7.      Daur litik adalah daur reproduksi virus yang menyebabkan hancurnya sel yang terinfeksi pada saat partikel virus yang utuh telah terbentuk, virus menggunakan sel inang untuk menghasilkan komponen-komponen virus (disebut siklus ganas). Daur lisogenik adalah daur reproduksi virus yang bersifat laten dalam sel inang, virus akan bereproduksi bersama dengan pembelahan sel inang (disebut siklus tenang).
8.      Keterangan gambar:
1.      Tahap adsorpsi: fage melekat pada suatu bakteri
2.      Tahap penetrasi: DNA fage dimasukkan ke dalam sel inang
3.      a.  DNA fage disisipkan pada kromosom sel bakteri
b.      Tahap replikasi dan sintesis: sel membuat komponen virus.
4.      a.  Kromosom yang telah tersisipi profage mengadakan replikasi yang terjadi secara terus-menerus selama ada pembelahan sel.
b.  Tahap pematangan yang diikuti tahap lisis: terbentuk partikel virus yang utuh dan sel inang  pecah.
5.      Pada kasus yang jarang terjadi, profage dapat memisahkan diri dari kromosom sel bakteri untuk memasuki siklus litik.
9.      Fungsi masing-masing struktur struktur virus : 1. tempat materi genetik (DNA/RNA virus)  disimipan; 2. materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus; 3. pembungkus dan pelindung materi genetik (DNA/RNA virus); 4. melindungi bagian ekor virus; 5. melekatkan diri pada sel yang diinfeksi; 6. penerima rangsang (reseptor).
10.  Bakteri; mikroorganisme eukariotik (protozoa dan jamur); sel tumbuhan; sel hewan; sel manusia.
 Virus bakteri (fag); virus mikroorganisme eukariotik (protozoa dan jamur); virus tumbuhan; virus hewan.

LKK 2.2 Mengetahui Peranan Virus bagi Manusia
Tabel 2.2 Contoh beberapa virus dan penyakit yang ditimbulkannya
No.
Nama virus
Penyakit  yang ditimbulkan
Gejala/gangguan/akibat
1
Hepatitis virus
Hepatitis B
Menyerang sel-sel hati sehingga menyebabkan perut membesar dan tubuh berwarna kuning
2
Influenza virus
Influenza (flu)
Demam, pilek, pusing, pegal, batuk
3
Human Immunodeficiency virus (HIV)
Acquired immuno deficiency syndrome (AIDS)
Menyerang sel darah putih terutama limfosit T menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh

Lembar Evaluasi
A.     Pilihan ganda
1.      a
2.      d
3.      b
4.      c
5.      c

6.  a
7.  b
8.  b
9.  c
10. d


B.     Esai
1.      Virus mempunyai sifat makhluk hidup karena mempunyai kemampuan bereproduksi dan itupun hanya jika berada dalam organisme hidup lain. Namun, virus juga mempunyai sifat benda mati sehingga virus masih diragukan untuk diklasifikasikan sebagai mahluk hidup.
2.      Penyakit mozaik tembakau disebabkan oleh organisme yang sangat kecil sehingga tidak dapat diamati dengan mikroskop cahaya.
3.      Sebagai materi genetik pembawa sifat virus.
4.      Karena virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga ketika kekebalan tubuh menurun, manusia akan rentan terhadap infeksi berbagai mikroorganisme dan terserang berbagai penyakit lain. Pada penderita AIDS, bakteri yang tidak berpotensi menyebabkan penyakit pada orang sehat pun dapat mengakibatkan penderita terserang penyakit. Komplikasi berbagai penyakit inilah yang menyebabkan penderita AIDS perlahan-lahan meninggal.
5.      macam-macam penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus:
  • Mosaik pada tembakau disebabkan oleh TMV (Tobacco Mosaic Virus), penanganan: melakukan penyemprotan insektisida sehingga penularan penyakit oleh serangga dapat dicegah.
  • Budok (menghambat pertumbuhan tanaman nilam) disebabkan oleh virus atau MLO (Mycoplasm Like Organism) yang disebar oleh serangga vektor. Penanganan: dilakukan penyemprotan insektisida secara rutin seperti dengan Sevin 85 S,Basudin atau Azodrin 15 % selang 2-6 minggu sekali untuk mencegah tanaman terserang penyakit.
·         Penyakit kerdil pada kedelai disebabkan oleh Virus kerdil  kedelai (VKK) atau Soybean Stunt Virus (SSV); penanganan: tanaman yang terinfeksi dicabut  dan dikubur dalam tanah, dilakukan penyemprotan insektisida apabila populasi vektor (Aphis glycines) perlu dikendalikan.
6.      Sebagian besar virus dapat menginfeksi orang sehat melalui mulut dan hidung (udara), sebagian yang lain melalui kulit yang terluka.
7.      Bukan. Virus influenza setidaknya memiliki 200 jenis/strain, manusia sering terserang flu berulang kali karena disebabkan oleh jenis virus influenza yang berbeda.
8.      Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang dapat berubah bentuk serta dapat menyebabkan epidemi dan pandemi (memiliki banyak strain). Dari berbagai strain virus flu burung, hanya ada satu strain yang dapat menginfeksi manusia, yaitu H5N1. Melalui strain virus inilah flu burung dapat menyerang manusia. Penularan dari unggas ke manusia terjadi jika manusia menghirup udara yang tercemar oleh virus flu burung atau mengadakan kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi virus flu burung.
9.      Pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus dapat dilakukan dengan menjaga tubuh tetap sehat dengan makan dan istirahat yang cukup dan melakukan vaksinasi.
10.  Virus dapat berperan dalam pembuatan antitoksin, memproduksi vaksin, dan menyerang bakteri patogen.

C. Ekstensi
Ya, apabila virus yang ada dalam jaringan bersifat lisogenik maka penderita tidak akan mengalami gejala yang merugikan. Akan tetapi, apabila siklus reproduksi virus berubah menjadi litik maka akan dihasilkan banyak virus baru yang kemudian akan menyerang sel lainnya sehingga menyebabkan kerusakan jaringan tubuh dan penyakit akan semakin parah.























BAB  3 PROKARIOTA

Peta Konsep
Dari kiri ke kanan :
·         Memperoleh oksigen dengan: anaerob; aerob
·         Memperoleh makanan dengan: autotrof; heterotrof
·         Bentuk sel: basil; kokus; spiral;
·         Ada yang hidup: koloni
·         Aseksual: pembelahan biner
·         Seksual: rekombinasi;
·         Ada tiga cara: transformasi; transduksi; konjugasi
·         Struktur dasar sel: kapsul; membran sel; sitoplasma; nukleoid; ribosom

LKK 3.1 Mengidentifikasi Ciri-Ciri Organisme Prokariot
A.     Prokariota
1. Prokariotik, artinya tidak mempunyai membran inti.
2. Eubacteria dan archaebacteria.

B.  Eubacteria
1.      Mikroskop
2.      Basil atau batang, kokus atau bulat, dan spiral atau seperti huruf s; kokobasil, contoh: Coxiella burneti dan bentuk filamen, contoh: kelompok Actinomycetes
3.      Hidup sendiri; berkelompok
4.      a. kapsul; b. DNA (nukleoid); c. dinding sel; d. membran sel; e. ribosom; f. sitoplasma;  g. flagel
5.      Gambar sel bakteri sesuai dengan yang diminta soal
6.      Bentuk koloni bakteri
No.
Nama koloni
Penjelasan bentuk
Gambar koloni
1
Monokokus
berbentuk bola tunggal
Gambarkan bentuk koloni sesuai dengan permintaan soal
2
Diplokokus
Berbentuk bola yang bergandengan dua-dua
3
Tetrakokus
Berbentuk bola yang bergadengan empat
4
Sarkina
Bentuk empat bola berkelompok yang membentuk kubus
5
Streptokokus
Bentuk bola berkelompok memanjang membentuk rantai
6
Stafilokokus
Bentuk bola yang berkoloni membentuk sekelompok sel tidak teratur sehingga bentuknya mirip kumpulan buah anggur
7
Monobasil
Berbentuk satu batang tunggal
8
Diplobasil
Berbentuk batang yang bergandengan dua-dua
9
Streptobasil
Bentuk batang berkelompok memanjang membentuk rantai
10
Vibrio
Bentuk koma (bentuk spiral tidak sempurna)

7.      Dapat membuat makanannya sendiri; tidak dapat membuat makanannya sendiri.
8.      a. bakteri yang tidak memerlukan oksigen; fermentasib. bakteri yang memerlukan oksigen. (ralat: pertanyaan yang benar adalah anaerob obligat adalah bakteri yang tidak memerlukan oksigen sama sekali, contoh bakteri metana dan anaerob fakultatif  adalah bakteri yang dapat hidup jika ada/tidak ada oksigen, contoh E. Coli dan Lactobacillus)
9.      Reproduksi tanpa terjadinya pemindahan gen antar bakteri; reproduksi dengan terjadinya pemindahan gen antar bakteri.
a.  pembelahan biner; 2n; sama dengan sel induk
b.  rekombinasi genetik; memiliki sifat baru (berbeda dengan sel induk); transformasi: pemindahan gen secara bebas; transduksi: pemindahan gen dengan bantuan virus (bakteriofage); konjugasi: pemindahan gen dengan kontak 2 sel bakteri.
10.  Spirokaeta, klamidia, bakteri gram-positif, sianobakteri, proteobakteri.

C. Archaebacteria
1.      Archaebacteria: dinding sel tidak mengandung peptidoglikan
2.      Archaebacteria hidup pada lingkungan yang ekstrim
a.       bakteri metanogen: menghasilkan metana, hidrogen, karbon dioksida, dan asam asetat; contoh: metanobacterium
b.      bakteri halofil: hidup di kadar garam tinggi; contoh: halobacterium
c.       bakteri termoasidofil: hidup di lingkungan ekstrim panas dan asam; contoh: sulfolobus dan thermoplasma

D. Peran Bakteri dalam Kehidupan Manusia
Contoh bakteri yang menguntungkan:
a.       Escherichia coli, membusukkan makanan di dalam usus besar dan menghasilkan vitamin K.
b.      Rhizobium, bersimbiosis dengan kacang-kacangan dan dapat menambat nitrogen bebas di udara sehingga dapat menyuburkan tanah.
c.       Azotobacter, berperan dalam menyuburkan tanah karena dapat mengikat nitrogen di udara.
d.      Lactobacillus casei, digunakan dalam pembuatan keju
e.       Acetobacter xylinum, digunakan dalam proses pembuatan nata de coco dari air kelapa.
f.       Pseudomonas bulgaricus, dapat menghasilkan vitamin B12.
g.       Streptomyces griceus, menghasilkan antibiotik streptomisin.
h.      Lactobacillus bulgaricus, digunakan dalam proses pembuatan susu asam (yogurt).

Contoh bakteri yang merugikan:
a.       Mycobacterium tuberculosis, menyebabkan penyakit TBC.
b.      Mycobacterium leprae, menyebabkan penyakit lepra.
c.       Mycobacterium pallidum, menyebabkan penyakit sifilis.
d.      Clostridium tetani, menyebabkan penyakit tetanus.
e.       Bacillus anthracis, menyebabkan penyakit antraks.
f.       Neisseria gonorrhoeae, menyebabkan penyakit kencing nanah.
g.       Diplococcus pneumonia, menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru-paru).
h.      Vibrio cholerae, menyebabkan penyakit kolera.

LKK 3.2
Pertanyaan
1-4 jawaban disesuaikan dengan hasil pengamatan






Lembar Evaluasi
A.     Pilihan ganda
1.      e
2.      b
3.      b
4.      b
5.      b
6.      b
7.      d
8.      c
9.      a
10.  c

B.     Esai
1.      Pembusukan dianggap merugikan karena akan merusak bahan-bahan makanan yang masih dibutuhkan. Namun, di sisi lain proses pembusukan juga sangat penting dalam mangurai sampah organik dan bahan organik lain yang tidak diperlukan menjadi molekul anorganik yang diperlukan tanaman dan organisme lain sebagai sumber energi.
2.      Tidak, karena ketika bakteri berkembang biak dengan membelah diri, setiap sel akan menghasilkan sel anak yang identik dengan dirinya sehingga dapat dikatakan pda koloni tersebut terdapat ribuan sel bakteri yang identik.
3.      Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen sedangkan bakteri anaerob tidak membutuhkan oksigen. Bakteri anaerob dapat digunakan utnuk fermentasi beberapa bahan makanan menghasilkan produk tertentu. Oleh karena itu, secara umum bakteri anaerob lebih menguntungkan.
4.      Suhu dingin dalam kulkas akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga akan menghambat proses pembusukan.
5.      Antibiotik merupakan zat yang dapat menghambat atau mematikan pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, kalau pasien minum antibiotik maka melalui peredaran darahnya bibit penyakit akan mati atau terhambat pertumbuhannya.
6.      Penggunaan Lactobacillus bulgaricus, digunakan dalam proses pembuatan susu asam (yogurt). L. Bulgaricus akan mengubah komponen gula dalam susu menjadi asam susu, seperti terlihat dalam reaksi berikut:
C6H12O6 → 2CH3CHOH.COOH + energi
 (gula)              (asam susu)
7.      Karena ada domain bakteri yang dapat hidup di lingkungan ekstrem panas (suhu tinggi) yaitu archaebacteria kelompok termofil. Bakteri kelompok ini biasanya memperoleh energi dengan cara memetabolisme sulfur atau molekul anorganik lainnya.
8.      Hidup dengan cara membusukkan makanan di dalam saluran pencernaan; bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan dapat membantu mencerna makanan dalam usus.
9.      Karena pembelahan bakteri dibatasi oleh faktor pembatas, diantaranya kondisi lingkungan (suhu, pH, intensitas cahaya, kadar oksigen, dll) yang tidak sesuai, kekurangan makanan, hasil ekskresi yang meracuni bakteri, dan adanya organisme lain yang memangsa bakteri.
10.  Melakukan pengawetan makanan dengan cara diberi garam, gula, cuka, dikeringkan, didinginkan, atau diberi zat pengawet.

C. Ekstensi
1.       a. Pada prinsipnya antibiotik diproduksi oleh bakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang ada di sekitarnya.
b. Antibiotik harus diminum habis oleh pasien untuk menghindari kekebalan bakteri terhadap antibiotik.















































BAB 4 PROTISTA

Peta konsep
* Protista yang menyerupai jamur
·    ciri-ciri: bergerak pasif, heterotrof
·    klasifikasi: oomycota, mixomycota
·    peranan: pada umumnya merugikan, contoh: Saproglenia, Phytophtora; menguntungkan, contoh: Dyctiostelium
* Protista yang menyerupai hewan
·    ciri-ciri: bergerak aktif, tidak mempunyai dinding sel, heterotrof
·    klasifikasi: Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, Sporozoa
·    peranan: menguntungkan, contohnya Foraminifera; merugikan, contohnya Plasmodium, Trypanosoma, Toxoplasma, Leismania
* Protista yang menyerupai tumbuhan
·    ciri-ciri: berdinding sel, bergerak pasif, autotrof
·    klasifikasi terdiri dari: Chrysophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta
·    peranan: menguntungkan, contohnya Chlorella, Euchema, Gelidium; merugikan, contoh: ada jenis Chlorophyta yang hidup di tembok lembap sehingga merusak bangunan.

LKK 4.1 Mengamati Protista
Pertanyaan
1, 2, dan 3 sesuaikan dengan hasil pengamatan.
4.      Ciri khas Protista tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Semua sel Protista bersifat eukariotik tetapi ini juga dimiliki oleh hewan dan tumbuhan.
5.      Saprofit; Saprolegnia; kentang.
6.      Disebut jamur lendir karena struktur tubuh vegetatif berbentuk seperti lendir atau plasmodium, mirip dengan bentuk Amoeba, tetapi reproduksinya mirip fungi; Ralat: Jamur lendir bersifat predator fagosit karena pada lingkungan lembap dan makanan tersedia dalam jumlah yang cukup akan membentuk massa yang berlendir sambil bergerak menjulurkan pseudopodia dan menelan makanan yang dilewatinya, seperti bakteri dan spora; contoh: Dyctiostelium dicoideum.
7.      Protozoa; flagel (bulu cambuk), silia (bulu getar), kaki semu, dan tidak memiliki alat gerak khusus-tetapi berkembang biak dengan spora.
8.      kaki semu, contoh Amoeba; silia, contoh Paramecium; flagel, contoh Euglena; tidak memiliki alat gerak, contoh Plasmodium.
9.      Algae; struktur yang belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun.
10.  Xantofil; fikosantin; fikosianin; fikoeritrin.

LKK 4.2 Mempelajari Peranan Protista bagi Manusia
No.
Protista
Peranan
1
Protista menyerupai hewan
a. Plasmodium
Penyebab penyakit malaria
b. Entamoeba coli
Membantu proses pencernaan dalam usus sapi
c. Rhizopoda
Fosil Rhizopoda dapat digunakan sebagai petunjuk adanya sumber minyak bumi
d. Balantidium coli
Menyebabkan disentri pada manusia
2
Protista menyerupai tumbuhan
a. Chlorella
Dapat digunakan sebagi makanan suplemen, obat-obatan, dan kosmetik
b. Macrocystis pyrifera
Menghasilkan iodin, unsur yang dapat mencegah penyakit gondok
c. Gellidium dan Gracilaria
Menghasilkan agar-agar
d. Rhodymenia palmata
Sebagai sumber makanan
3
Protista menyerupai jamur
a. Phytopthora infestans
Parasit pada kentang
b. Phytopthora nicotinae
Parasit pada tembakau
c. Saprolegnia
Saprofit pada bangkai hewan
d. Myxomycota
Memakan bakteri

Lembar Evaluasi
A.     Pilihan ganda
1.      a
2.      b
3.      b
4.      d
5.      c
6.      b
7.      d
8.      b
9.      c
10.  a

B. Esai
1.      Ciri umum yang dimiliki oleh Protista adalah eukariotik. Namun ciri ini juga dimiliki oleh makhluk hidup lain selain Protista sehingga sangat sulit mendeskripsikan ciri Protista yang membedakan Protista dengan kelompok lain.
2.      Struktur sel penyusunnya dan cara memperoleh makanan.
3.      Algae (ganggang) semula dimasukkan ke dalam dunia tumbuhan karena mempunyai klorofil dan mempunyai dinding sel. Akan tetapi, karena struktur tubuhnya masih sederhana (tidak dapat dibedakan akar, batang, dan daun) maka dipisahkan dari dunia tumbuhan.
4.     

Kaki semu, contoh Amoeba; silia, contoh Paramecium; flagel, contoh Euglena; tidak memiliki alat gerak, contoh Plasmodium.
5.      Siklus hidup Plasmodium:

Plasmodium dapat menimbulkan gejala demam secara periodik karena merozoit yang tumbuh dan membelah secara aseksual akan menghasilkan banyak sekali merozoit baru dan secara berulang-ulang memecahkan sel darah merah dengan interval 48-72 jam (tergantung pada spesiesnya). Hal ini yang menyebabkan penderita mengalami demam dan menggigil secara periodik.










































BAB 5 JAMUR

Peta konsep
·    Ciri jamur: eukariotik, dinding tersusun dari kitin, tubuh berupa benang hifa yang membentuk miselium
·    Spora; seksual; aseksual
·    Menguntungkan misalnya: Volvariella volvaceae (jamur merang), Auricularia polytrica (jamur kuping); merugikan misalnya Puccinia graminis.
·    Spora seksual; Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota.

LKK 5.1 Mengamati Struktur Tubuh Jamur
Pertanyaan
1.      a. Tidak ditemukan klorofil
b. Ya
2.      Belum ditemukan struktur akar, batang, dan daun.
3.      Heterotrof dengan jalan: saprofit, parasit, dan simbiosis.
4.      Perbedaan: jamur heterotrof, tumbuhan autotrof
Persamaan: mempunyai dinding sel, bergerak pasif
5.      Basidiocarp; struktur yang berisi basidiospora.
6.      Spora yang dihasilkan tanpa peleburan gamet; spora yang dihasilkan dari peleburan gamet; zigospora; askospora; basidiospora.
7.      a.  Proses pembentukan zigospora: hifa (+) dan hifa (-) membentuk cabang hifa yang disebut gametangium. Kemudian gametangia mengalami plasmogami (penyatuan plasma). Inti haploid hifa (+) bergabung dengan inti haploid hifa (-) sehingga terbentuk zigot berdinding tebal. Zigot akan membentuk zigosporangium yang menghasilkan zigospora.
b.  Terjadi penyatuan dua sel haploid (n) berbeda jenis yang berfungsi sebagai gamet. Penyatuan tersebut menghasilkan zigot (2n). Zigot kemudian membesar membentuk askus. Di dalam askus terjadi pembelahan meiosis yang menghasilkan 4 sel askospora dan diikuti dengan pembelahan mitosis sehingga pada akhirnya diperoleh 8 sel askospora.
c.  Terjadi plasmogami (penyatuan plasma) sel hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan 2 inti haploid yang berpasangan (dikariotik). Hifa haploid dikariotik tumbuh menjadi miselium haploid yang dikariotik. Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp. Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami (peleburan inti sel) sehingga membentuk basidium yang diploid. Inti diploid akan membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid. Basidium membentuk 4 tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya. Satu inti haploid pada basidium masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
8.      Spora seksual yang dihasilkan; zigospora; askospora; basidiospora.
9.      Contoh spora aseksual:
  • Sporangiospora: spora yang dihasilkan melalui pembelahan mitosis dalam kotak spora (sporangium)
  • Konidiospora: spora yang dihasilkan melalui pembelahan mitosis pada konidia.
  • Zoospora: disebut spora kembara karena mempunyai kemampuan untuk bergerak pindah tempat.
10.  Spora aseksual digunakan untuk memperbanyak diri, sedangkan spora seksual digunakan untuk memperoleh sifat baru dari hasil peleburan 2 sel gamet.



Lembar Evaluasi
A.     Pilihan ganda
1.      e
2.      e (Ralat: tubuh buah)
3.      e
4.      c
5.      c

6. d
7. a
8. Ralat: jawaban yang benar adalah sporangium
9. a
10.b


B. Esai
1.      Jamur dianggap satu kingdom karena sifat jamur menyerupai tumbuhan, yaitu mempunyai dinding sel dan bergerak pasif. Akan tetapi, jamur berbeda dari tumbuhan karena jamur tidak berfotosintesis sehingga bersifat heterotrof sedangkan tumbuhan bersifat autotrof.
2.      Perbedaan:
Spora vegetatif
Spora generatif
·     merupakan hasil pembelahan mitosis
·     untuk memperbanyak diri
·    merupakan hasil peleburan 2 gamet
·    untuk memperoleh sifat baru

3.      Pada jamur merang, tubuh buah merupakan basidiokarp, yaitu struktur yang mengandung basidium yang akan menghasilkan basidiospora.
4.      Lihat buku teks Biologi ESIS kelas 1 halaman 110.
5.      Jamur oncom yang tumbuh lama akan berkembang menghasilkan sporangium. Ketika spora masak, sporangium akan pecah lalu spora jamur oncom yang berwarna merah akan tersebar sehingga oncom nampak berwarna merah.

C. Ekstensi
1.      Tempe berbeda dengan kedelai karena dalam tempe lebih kaya akan asam amino.
2.      Para pembuat tempe selalu mengambil spora dari strain jamur yang diproduksi untuk membuat tempe berikutnya.
3.      Hal itu terjadi karena kayu atau roti merupakan bahan/senyawa organik yang dapat dicerna dan dapat dijadikan sumber makanan oleh jamur, tetapi plastik dan kaca merupakan senyawa anorganik dan polimer sintetis kompleks yang tidak dapat dicerna oleh jamur. Hal ini berhubungan dengan ada-tidaknya enzim yang mampu mencerna suatu jenis bahan yang dimiliki oleh jamur.
4.       a. BIO-PF adalah fungisida hayati mengendalikan penyakit layu bakteri dan cendawan, rebah kecambah (tatalien- Sunda, lanas-Jawa) dan bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Phytium sp., Verticilium albo-atrum dan alternaria spp. BIO-PF merupakan cairan yang mengandung bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens strain MR 96. fungisida ini dapat mengikat Fe di alam dari bentuk yang sulit dimanfaatkan oleh tanaman menjadi Fe yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Sebaliknya Fe tersebut menjadi tidak tersedia bagi mikroba patogen, sehingga perkembangan mikroba patogen menjadi terganggu (kompetisi nutrisi). BIO-PF juga dapat menghasilkan senyawa metabolit ekstraseluler yang dapat menghambat pertumbuhan patogen tular tanah, seperti HCN; pyoreridin; 2,4diacetylphoror-glucinol; pyoluterin; monoacetyl-phloroglucinol dan asam salicylic.
 b. BIO-GL adalah fungisida hayati  mengendalikan penyakit tular tanah yang disebabkan oleh Phomopsis sclerotiodes, Phytium spp., Rhizoctonia solani, Sclerotinia sclerotiorum. BIO-GL terdiri dari mikroba hidup Gliocladium spp. yang bersifat antimikrobial, yaitu memakan cendawan dan bakteri lain yang merupakan sumber penyakit (mikroba patogen tanaman) pada berbagai jenis tanaman. Fungisida ini dapat memecahkan rantai C organik menjadi rantai-rantai pendek (rantai C sederhana) yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur dan secara alami dapat menghasilkan antibiotik alamiah yang dapat membunuh mikroba lain yang merugikan tanaman.
5.      Bagan cara pembuatan tempe:
1 kg kacang kedelai
Dicuci sampai bersih
Direndam dalam air semalaman
Dipecah dan dikupas dengan tangan, kulit kupasan pada proses ini dibuang
Dikukus selama ± 30 menit
Ditebarkan dalam wadah yang lebar, lalu tambahkan ± 10 g tepung tapioka sambil diaduk
Dikipas atau ditunggu hingga suhu pada adonan kacang kedelai mencapai suhu kamar
Disebarkan ± 10 g bubuk ragi tempe secara merata ke dalam adonan kacang kedelai sambil terus diaduk
Dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diatur agar isinya tidak terlalu tebal (2-3 cm), permukaan kantong plastik dilubangi kecil-kecil secara merata
Disimpan pada tempat dengan permukaan datar yang telah daun pisang atau karton bersih
Dibiarkan selama 2-3 hari, proses dihentikan setelah terjadi pertumbuhan miselium secara merata dan kacang kedelai terlihat kompak (padat)
Tempe siap dimasak dan disajikan sesuai dengan selera