Thursday, November 1, 2012

tehnik pembuatan logam


Pada zaman logam penduduk telah mampu mengolah dan melebur logam. Kepandaian ini diperoleh setelah menerima pengaruh dari kebudayaan Dongson (Vietnam). Pengolahan  bahan dari logam ini tentu berbeda dari batu. Ada dua macam teknik atau cara membuat alat-alat  dari logam yang berkembang pada saat itu, yakni teknik bivalve (setangkap) dan teknik a cire perdue ( cetakan lilin).

Teknik bivalve (setangkap)
Pembuatan alat dengan teknik ini menggunakan dua cetakan yang dapat ditangkupkan (dirapatkan). Mula-mula cetakan tersebut diberi lubang pada bagian atasnya. Kemudian lubang itu dituangi logam cair. Selanjutnya apabila cairan logam sudah dingin maka cetakan dapat dibuka dan jadilah alat yang dikehendaki. Namun, bila ingin memeuat alat yang berongga maka harus ditambahkan tanah liat sebagai intinya untuk membentuk rongga yang dikehendaki. Penggunaan teknik ini dapat dipergunakan berkali-kali.
Teknik bivalve (setangkap)



Teknik a Cire Perdue (cetakan lilin)
Teknik a cire perdue (cetak lilin)
 Cara pembuatan alat dengan teknik ini diawali dengan membuat benda-benda (alat-alat) dari lilin yang berisi tanah liat sebagai intinya. Selanjutnya, lilin-lilin tersebut dihias dengan berbagai pola hias. Kemudian lilin yang sudah lengkap tersebut dibungkus dengan tanah liat yang agak lunak. Pada bagian atas dan bawah diberi lubang. Selanjutnya, cetakan tersebut dipanaskan sehingga lilin akan meleh keluar cetakan. Setelah lilin meleleh, dari lubang atas dituangkan cairan logam,  sedangkan lubang yang bawah akan berfungsi untuk mengalirkan

 sisa cairan lilin yang meleleh. Apabila cairan logam sudah dingin, cetakan tersebut dipecah  untuk mengambil bendanya yang sudah jadi. Teknik cetakan semacam ini dapat dipergunakan satu kali.


Contoh alat-alat yang terbuat dari logam :
NEKARA
KAPAK CORONG
 

MATA PANAH
PERHIASAN PERUNGGU
 

MATA PISAU
TOMBAK