Thursday, November 1, 2012

Faktor pembentuk tanah, jenis-jenis tanah di Indonesia, dan erosi tanah


Daftar isi
Kata pengantar
Daftar Isi
Pendahuluan………………………………………………………………….
Latar belakang……………………………………………………………….. 1
Permasalahan…………………………………………………………………. 1
Faktor pembentuk tanah………………………………………………………. 2
Jenis-jenis tanah di Indonesia…………………………………………………. 3
Erosi Tanah..…………………………………………………………………… 7
Usaha mengatasi erosi tanah………………………………………………… 7
Kesimpulan dan Saran………………………………………………………….. 10
Daftar Pustaka………………………………………………………………………. 11









Pendahuluan

Latar belakang
Tanah adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, bumi tempat kita tinggal sebagian besar  tertutupi oleh tanah, semua makhluk hidup sangat bergantung pada tanah, pada pembahasan ini kami akan memberi penjelasan tentang factor pembentuk tanah, Jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia  dan erosi tanah.

Permasalahan
Pada umumnya manusia di muka bumi ini hanya menggunakan tanah untuk kebutuhan mereka tanpa mengatahui asal- usul dari tanah tersebut banyaknya jenis-jenis tanah di Indonesia , selain itu kabanyakan manusia juga tidak tahu menahu tentang erosi tanah baik factor penyebab terjadinya erosi tanah maupun cara pencegahan atau penanggulangan erosi tanah.


Tanah adalah akumulasi tubuh-tubuh alam yang bebas dan menduduki sebagian besar lapisan atas permukaan bumi.  Tanah tersusun  dari empat bahan utama, yaitu bahan mineral, bahan organic, air, dan udara. Bahan-bahan penyusun tanah itu jumlahnya berbeda untuk setiap  jenis atau lapisan tanah.

Faktor Pembentuk Tanah

tanah terbentuk dari hasil interaksi factor-faktor pembentuknya, adapu factor-faktor pembentuknya yaitu :
Climosequence  yaitu pembentukan tanah yang di pengaruhi oleh Iklim (suhu dan curah hujan)
parent material atau Bahan induk
Organism atau jasad Makhluk hidup
Topografi atau tempat terbentuknya ( relief)
Waktu
Proses pembentukan tanah seperti di atas dapat digambarkan dalam persamaan berikut :
T = f ( I, o, b, r, w )
Keterangan :
T= tanah b= bahan induk
F= factor r= relief
I= iklim w= waktu
O= organisme
Tanah memiliki sifat yang dinamis karena penbaruh factor-faktor pembentuknya. Perbedaan factor pembentuk tanah berpengaruh terhadap perbedaan cirri dan sifat tanah.

Jenis-jenis tanah di Indonesia
Berdasarkan bahan induk dan proses perubahan yang disebabkan oleh tenaga eksogen, tanah di Indonesia dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Tanah Podzolik Merah Kuning          
2. Tanah Organosol              
3. Tanah Aluvial          
4. Tanah Kapur                    
5. Tanah Vulkanis        
6. Tanah Pasir
7. Tanah Humus (Bunga Tanah)
8. Tanah Laterit
           

Erosi Tanah

Salah satu kerusakan tanah adalah terjadinya erosi tanah. Erosi tanah adalah proses pengikisan  lapisan  tanah  oleh  tanaga air atas angin .

Penyebab Erosi Tanah
Curah hujan : kekuatan  curah hujan yang jatuh ke tanah dapat memecah dan menghancurkan gumpalan- gumpalan tanah.
Sifat-sifat tanah : meliputi tekstur, struktur, infiltrasi, dan kandungan bahan organik.
Pengaruh lereng : kemiringan  lereng berpengaruh terhadap cepat dan besarnya erosi.
Vegetasi :  vegetasi dapat  menghalangi jatuhnya hujan  langsung ke permukaan tanah. Oleh karena itu, kekuatan hujan dapat menghancurkan tanah yang tanpa vegetasi.
Peran manusia : penebangan hutan dapat mempercepat dan memperbesar erosi.

Dampak Erosi Tanah terhadap kesubura tanah
Erosi dapat berdampak langsung terhadap kondisi  tanah setempat. Dampak langsung tersebut antara lain hilangnya lapisan atas terutama yang mengandung humus.

Usaha mengatasi Erosi Tanah
konservasi tanah dan air dalam menghadapi erosi, antara lain:
Konservasi tanah dan air yang efektif bergantung kepada perencanaan, observasi, serta waktu pelaksanaan konservasi di lapangan.
Musim semi atau dalam hal ini untuk Indonesia, pada saat peralihan musim hujan merupakan waktu yang tepat dalam untuk pelaksanaan observasi serta membangun system konservasi yang baru serta komprehensif.
Pengusahaan konservasi antara lain dengan pembuatan teras, peanaman rumput antara/dalam saluran air, pembuatan daerah penyangga, dimana dapat menurunkan intensitas waktu atau memperlambat aliran air, mengerukan sediment, sampai kepada usaha pemindahan serta pengalokasian buangan air yang tepat.
Terdapat beberapa metode mengkonservasi tanah yang dapat dilakukan melalui metode pertanian dan langkah-langkah yang dapat dilakukan di rumah.

Konservasi Lahan  Pertanian
1. Pertahankan hingga masuk masa tanam
Sebelum masuk masa tanam, tanaman dibiarkankan bertahan dibandingkan dibajak pada akhir musim. Metode ini membantu berada tanah tetap di lahan daripada tanah tak terlindung dari angin dan air.
2. Gunakan pertanian bertingkat
Pertanian jenis ini menggunakan topografi lahan untuk memperlambat aliran air melalui beberapa tingkat. Manpulasi air ini mencegah kecepatan berkumpulnya dan pencucian tanah dari lahan pertanian.
3. Terapkan pertanian berkontur
Pertanian berkontur hampir sama dengan pertanian bertingkat, tetapi lebih kecil. Daripada menanam tanaman pada kolom vertikal lurus, tanaman ditanam mengikuti kontur tanah. Tanaman ditanam di atas dan bawah samping bukit menciptakan jalur air untuk mengalir. Tanaman ditanam paralel dengan lahan memperlambat aliran air untuk mencegah erosi tanah.
Metode rumahan
4. Kurangi permukaan tahan air.
Permukaan tahan air seperti jalan raya dan teras membiarkan hujan mengalir bebas. Aliran air melawan momentum ketika bergerak berlebihan seperti permukaan dan dapat mengikis aliran sungai dan tepi danau. Cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan bata paving daripada lumpur beton untuk teras agar air dapat meresap ke dalam tanah.
5. Tanam kebun hujan
Kebun hujan merupakan penurunan dangkal di halaman rumah Anda yang akan mengumpulkan hujan di atas permukaan tahan air. ini mencegah erosi tanah dan memberikan Anda kesempatan untuk menumbuhkan tanaman lahan basah.
6. Gunakan tong hujan
Anda dapat menaruh tong hujan di bawah semburan air hujan untuk mengumpulkan aliran air yang mengallir di atap. Atap anda merupakan permukaan tahan air. Anda dapat menggunakan air yang kumpulkan untuk halaman atau kebun. Dengan cara ini Anda melakukan konservasi air dan tanah.
7. Tanam pohon penahan angin
Penahan angin mencegah erosi tanah dengan memperlambat angin membuka tanah. Anda dapat menanam tanah atau belukar. untuk mencegah erosi, penanaman akan mencegah salju dari gesekan pada kendaraan di jalan. Selain itu, tanaman ini dapat melindungi rumah dari kerusakan angin.
8. Kembalikan lahan basah
Lahan basah merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah erosi tanah. Lahan basah bertindak sebagai sponge alami, menyerap air hujan, dan mencegahnya membawa tanah. Lahan basah juga menyediakan habitat untuk burung dan mahluk hidup lainnya dan membantu mencegah polusi air.
9. Tanam lajur penyangga sepanjang aliran
Lajur penyangga membantu menahan aliran utuh selama banjir. Lajur penyangga ini juga mencegah aliran air dari aliran air. Lajur penyangga termasuk campuran rumput, belukar, dan pohon.
10. Membangun kembali hutan.
Membangun kembali hutan menyediakan secara luas, jaringan akar pohon menawarkan tanah yang padat dalam waktu lama tanah bererosi. Dapat juga berfungsi sebagai penahan angin dan menahan tanah.
Dengan menajaga kelestarian tanah dari erosi, makan efek negatif banjir dan tanah longsor dapat dikurangi.



Kesimpulan dan saran
Kesimpulan

Tanah terbentuk secara alami yaitu dari hasil pelapukan dan pengendapan batuan bahan-bahan organik. Tanah merupakan lapisan kulit bumi paling atas. jenis di Indoesia ada yang subur dan ada juga yang tidak subur. Tanah yang subur banyak dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian yang berguna untuk memenuhi kubutuhan hidup manusia. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan tanah misalnya erosi tanah, namun kita sebagai manusia dapat mengurangi atau mengatasi erosi tanah tersebut. Karena selain manusia  sebagai pengguna  manusia juga memiliki peran untuk tetap melestarikan alam.


Saran
  Saya berharap setelah membaca hasil kerja kami, anda selaku pembaca dapat memberikan saran maupun kritik pada kami, agar perkerjaan kami selanjutnya dapat lebih baik lagi.

Daftar Pustaka
 Buku geografi kelas  X ( yudistira) KTSP 2006
Internet