Monday, June 3, 2013

BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK


KEGIATAN BELAJAR 1
Aspek-aspek Pengembangan anak TK


                Taman kanak-kanak pada hakikatnya merupakan wadah bagi perkembangan seluruh aspek kepribadian anak pada usia 4-6 tahun yang direncanakan secara sistematis, terprogram serta dikembangkan melalui kegiatan ”bermain sambil belajar” atau “belajar sambil bermain”. Masa usia TK merupakan tahun-tahun kehidupan yang sangat aktif.

    A.   Usia 4-5 tahun
Anak usia 4-5 tahun sangat aktif dan energik. Kebanyakan waktunya dihabiskan untuk bermain, seperi berlari,m elompat dan memanjat. Anak usia ini juga suka bermain peran, seperti berperan sebagai ibu, bapak dan dokter. Pada usia ini ide-ide mulai berkembang.
1.       Aspek Pengembangan Fisik
Anak usia 4-5 tahun pada aspek pengembangan fisik yaitu mampu mengelola keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol  gerakan tubuh.
Aspek pengembangan fisik meliputi:
-          Pengembangan motorik kasar yaitu gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot besar, yang meliputi:
-          Berjalan dengan berbagai variasi (maju, mundur, kesamping, diatas satu garis).
-          Naik turun tangga tanpa berpegangan.
-          Memanjat dan bergelantungan/berayun.
-          Berlari dengan stabil.
-          Senam dengan gerakan sendiri
-          Melompat dengan satu kaki, dll
-          Pengembangan motorik halus yaitu gerakan yang dilakukan dengan menggunakan otot halus dan koordinasi mata serta jari-jari tangan yang meliputi:
-          Membuat garis lurus, vertical, melengkung.
-          Membedakan permukaan 7 jenis benda melalui perabaan.
-          Menuangkan (beras, air, biji-bijian) tanpa tumpah.
-          Menggunting lurus, gelombang, zig-zag.
-          Melipat kertas lebih dari satu lipatan.
-          Menggambar bebas dengan menggunakan baragam media.
2.       Aspek pengembangan kognitif
Pada anak usia 4-5 tahun dengan aspek pengembangan kognitif yaitu mampu untuk berpikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat.




Aspek pengembangan kognitif meliputi;
-          Mengelompokkan, memasangkan benda yang sama dan sejenis atau sesuai pasanganya.
-          Membedakan rasa bau.
-          Membedakan beragam ukuran.
-          Menyebutkan bilangan 1-10.

3.       Aspek pengembangan bahasa
Kemampuan yang dicapai anak usia 4-5 tahun pada aspek pengembanngan  bahasa adalah mampu menggunakan bahasa untuk dipahami  baik secara pasif maupun digunakan secara aktif.
Aspek pengembangan bahasa mencakup:
-          Membedakan berbagai  jenis suara.
-          Mengenal masing-masing bunyi huruf.
-          Menyatakan dengan 6-10 kata.
-          Bercerita tentang kejadian disekitarnya.
4.       Aspek pengembangan  sosial emosional
Kemampuan ini diharapakan untuk usia 4-5 tahun pada aspek pengembangan sosial emosional adalah mampu mengenal  lingkungan alam., lingkungan sosial, peranan masyarakat, menghargai keragaman sosial budaya, kemampuan pada aspek ini antara lain:
-          Mematuhi etika dan jadwal makan.
-          Bergaul dengan sopan.
-          Terbiasa menggunakan wc/kamar mandi.
-          Berani kesekolah tanpa diantar.
-          Mengerti akibat jika melakukan kesalahan.
5.       Aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama
Kemampuan anak usia 4-5 tahun dalam aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama adalah mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan Tuhan dan ciptaanNya serta mencintai sesama.
Aspek ini meliputi:
-          Menyanyikan lagu agama.
-          Bersikap yang benar saat berdoa.
-          Mengenal sifat-sifat  Tuhan.
-          Membedakan ciptaan Tuhan dengan ciptaan manusia.
6.       Aspek pengambangan seni
Pada aspek anak 4-5 tahun diharapkan telah peka terhadap irama, nada, birama, berbagai bunyi serta menghargai suatu hasil karya. Aspek ini meliputi;
-          Memainkan alat music.
-          Melukis dengan alat yang bervariasi.
-          Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi.



   b.    Anak usia 5-6 tahun
Anak usia 5-6 tahun adalah anak yang periang dan imaginative. Mereka tiada hentinya bergerak dan
berbuat sesuatu.
  1.     Aspek pengembangan fisik
   a.       Aspek pengmbangan fisik untuk motorik kasar.
Kemampuan yang diharapkan untuk anak usia 5-6 tahun. Pada aspek ini adalah:
-          Merayap dengan berbagai variasi.
-          Merangkak dengan berbagai variasi.
-          Berjingkat dengan satu atau dua kaki.
-          Berlari lurus, berjingkat mengangkat tumit.
-          Meloncat dari ketinggian 20-50cm sambil menghadap kearah tertentu.
   b.      Aspek pengembangan fisik untuk motorik halus
Kemampuan yang diharapkan untuk anak usia 5-6 tahun. Pada aspek ini adalah;
-          Mencontoh bentuk (+, x lingkaran, bujur sangkar, segitiga)
-          Memasukkan surat kedalam amplop.
-          Membentuk dengan plastisin/play dough/tanah liat.
-          Memasukkan benang kedalam jarum.
  2.    Aspek pengembangan kognitif
Kemampuan yang diharapkan dicapai anak usia 5-6 tahun pada aspek ini:
-          Menyebut urutan bilangan 1-20.
-          Menguasai konsep bilangan.
-          Mengenal lambang bilangan.
-          Menyebutkan suara jenis bentuk-bentuk.
  3.    Aspek pengembangan bahasa
Kemampuan yang diharapkan anak usia 5-6 tahun pada aspek ini adalah:
-          Menirukan 2-4 urutan angka, kata (latihan pendengaran)
-          Mengikuti 2-5 perintah sekaligus.
-          Menceritakan keterangan/informasi tentang sesuatu hal.
-          Memberikan batasan bebarapa kata/benda.
   4.    Aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama
-          Menyanyikan lagu keagamaan.
-          Selalu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan dengan sikap berdoa yang benar.
-          Dapat melakukan ibadah.
-          Membedakan ciptaan Tuhan dengan buatan manusia.
-          Mengucapkan salam.

   5.    Aspek pengembangan sosial emosional pada anak usia 5-6 tahun
-          Mematuhi etika dan jadwal makan.
-          Berani  kesekolah tanpa diantar.
-          Dapat memilih kegiatan sendiri.
-          Bangga dengan hasil pekerjaannya
-          Sabar menuggu giliran.
   6.    Aspek pengembangan seni pada anak usia 5-6 tahun
-          Menari sesuai dengan irama music.
-          Bertepuk tangan membentuk irama.
-          Memainkan alat music.
-          Melukis dengan bahan bervariasi.


KEGIATAN BELAJAR 2
Jenis permainan yang sesuai dengan aspek-aspek pengembangan anak TK

                Jenis permainan dapat dilihat dari 2 sisi. Pertama,berdasarkan tinggi rendahnya keterlibata anggota tubuh, sesuai dengan pendapat Hurlock(1978), terdiri dari dua jenis, yaitu bermain aktif dan bermain pasif.

   A.      PERMAINAN  BERDASARKAN  TINGGI  RENDAHNYA  KETERLIBATAN  ANGGOTA  TUBUH
1.       Kegiatan bermain aktif, yaitu kegiatan yang memberikan kesenangan dan kepuasan pada anak melalui aktivitas yang mereka lakukan sendiri.
Macam-mcam kegiatan bermain aktif:
a.       Bermain bersama teman
Jenis permainan ini terjadi apabila anak bermain bersama temannya dan terlibat dalam kegiatan sosial secara aktif.
b.      Bermain dalam kelompok
Jenis permainan ini terjadi apabila dalam aktivitasnya sudah memiliki organisasi dan tujuan serta terdapat seorang anak yang berfungsi sebagai pemimpin yang mengontrol kegitan tersebut.
2.       Kegiatan bermain pasif, yaitu kegiatan kegiatan yang tidak terlalu banyak melibatkan aktivitas fisik.
Macam-macam kegiatan bermain pasif
-          Membaca
-          Menonton film
-          Mendengarkan radio.
-          Mendengarkan music.

  B.      PERMAINAN BERDASARKAN KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN YANG DIKEMBANGKAN ANAK
1.       Bermain untuk pengembangan kemampuan kognitif.
Permainan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dari kognitif sederhana pada kognitif yang lebih kompleks.
2.       Bermain sebagai latihan koordinasi gerakan motorik (fisik)
Jenis permainan ini menitik beratkan pada keterampilan dalam mengkoordinasikan gerakan motorik, baik motorik kasar maupun halus.
3.       Bermain konstruktif untuk pengembangan kemampuan kognitif dan keterampilan motorik halus.
Sejalan dengan pengembangan dengan kognitifnya, anak melakukan permainan konstruktif. Pada permainan ini anak dapat menyusun berbagai macam bentuk dan ukuran balok.
4.       Bermain drama sebagai latihan  pengembangan berbahasa.
Bermain drama merupakan refleksi dari pengembangan kognitif anak yang ditekankan dalam imajinasi adalah fantasi permainan ini berfungsi meningkatkan perbendaharaan kosakata, spontanitas dan kelancaran anak berbicara dan keterampilan anak berkomunikasi.
5.       Bermain untuk pengembangan kemampuan sosial
Permainan ini berfungsi meningkatkan kepekaan dan apresiasi anak terhadap seni gerak rupa dan music serta rasa percaya diri pada anak.
6.       Bermain sebagai penumbuhan aspek moral dan nilai-nilai kehidupan
Aktivitas permainan ini bertujuan mengembangkan, menumbuhkan mengasah kepekaan, kepedulian anak untuk menjunjung moral dan nilai-nilai yang berlaku universal.