Saturday, November 3, 2012

JENIS-JENIS HUJAN, ANGIN, DAN AWAN


A.      Jenis-jenis hujan

a.     Jenis hujan berdasarkan proses terjadinya

1.     Hujan siklonal : hujan yang terjadi karena  udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.

2.     Hujan zenhital ( hujan konveksi)  : hujan yang sering terjadi di daerah ekuator akibat pertemuan  angin pasat timur laut dengan  angin pasat tenggara. Kemudian angin tersebut naik sehingga membentuk gumpalan;gumpalan awan di sekitar ekuator  yang berakibat awan  menjadi jenuh dan turunlah hujan.

3.     Hujan orografis : hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horizontal . angin tersebut naik menuju pengunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensi. Terjadilah hujan disekitar pegunungan.


4.     Hujan frontal: hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas.massa udara panas kurang padat sehingga naik ke atas massa udara dingin,  Tempat pertemuan antar kedua massa itu disebut bidang front. Disekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.



5.     hujan musom : hujan yang terjadi karena angin musim ( angin muson).
b.     Jenis hujan berdasarkan butirnya

1.     Hujan gerimis : diameter  butirannya kurang dari 0,5 mm

2.     Hujan salju : terjadi dari Kristal-kristal es yang suhunya berada dibwah 0Ο  celcius
3.     Hujan batu es : curahan batu es yang turun  dalam cuaca panas  dari awan yang suhunya dibawah 0Ο celcius 
4.     Hujan deras : curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0Ο  celcius dengan diameter  ±7 mm.




c.      Jenis hujan berdasarkan besar curah hujan

1.     Hujan sedang : curah hujan antara 20-50 mm per hari
2.     Hujan lebat  : curah hujan antara 50-100 mm per hari
3.     Hujan sangat tebal :  curah hujan di atas 100 mm per hari


B.        Jenis-jenis angin
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan  oleh pergerakan atau rotasi  bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di lingkungan sekitarnya. Adapun jenis-jenis angin yaitu :

1.     Angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat. Angin ini pada umumnya terjadi pada siang hari antara pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00 dan memberikan pengaruh besar  pada nelayan untuk menetukan waktu pulang dari menangkap ikan




2.     Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat menuju lautan. Angin ini terjadi pada malam hari antara pukul 20.00 sampai dengan pukul 06.00
3.     Angin lembah adalah angin yang bertiup  dari lembah ke arah arah puncak gunung. Angin ini biasa terjadi pada siang hari.

4.     Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung menuju lembah gunung yang sering terjadi pada malam hari.
5.     Angin fohn disebut juga sebagi angin jatuh karena terjadi akibat adanya gerakan udara yang naik pegunungan dengan tinggi 200 meter di satu sisi lalu turun ke sisi yang lain, angin fohn terjadi usai hujan tropis dan bertiup pada suatu wilayah dengan tempratur dan intentitas yang berbeda. Angin ini memiliki sifat panas dan kering sehingga seringkali tidak bersahabat bagi kesehatan manusiaa dan menyebabkan tanaman rusak.
6.     Angin muson adalah angin yang bertiup secara periodic antara 3-6 bulan sekali dan berhembus saling berlawanan atau berkebalikan setiap pergantian periode atau setengah tahun. Angin muson inilah yang memperngaruhi adanya musim kemarau dan musim penghujan di Indonesia. Angin muson terdiri atas dua jenis, yaitu angin muson timur dan angin muson barat.
a.     Angin muson barat, angin ini berasal dari daratan Asia munuju wilayah di Indonesia, dengan membawa uap air yang lebih banyak dari biasanya sehingga wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa sering banyak hujan atau bertepatan dengan musim hujan di Indonesia



b.     Angin muson timur, angin ini berasal dari daratan Australia. Ketika matahari berada dibelahan bumi selatan mempunyai suhu yang panas dan tekanan udara yang tinggi maka pergerakan angin dari belahan bumi selatan ( daratan Australia) menuju belahan bumi utara ( daratan Asia).


7.     Angin rebut/puyuh/angin puting beliung adalah angin kencang yang dating  secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3-5 menit).
                       

C.  Jenis-jenis Awan
Awan adalah kumpulan kumpulan titik-titik air atau Kristal-kristal es di udara yang terbentuk karena adanya kondensasi. Adapun jenis-jenis awan yaitu

a.     Kelompok awan tinggi
Berada pada ketinggian 6-12 km, dicirikan dengan kata siro atau sirus

1.     Sirus yaitu awan tipis  berwarna putih seperti bulu ayam dengan struktur serat yang halus. Siang hari awan sirus mengkilat karena banyak mengandung Kristal es. Awan sirus sering berwarna merah  atau kuning cerah menjelang matahari terbenam.

2.     Sirokumulus yaitu awan berbentuk gumpalan-gumpalan kecil dan tampak seperti sisik ikan . awan sirokumulus jarang tampak, tetapi selalu bergabung awan sirus atau sirostratus.

3.     Sirostratus yaitu awan tipis berwarna putih, tampak seperti tirai kelambu  yang sangat halus. Awan sirostratus dapat membuat langit tampak seperti susu atau memperlihatkan susunan berserat.

b.     Kelompok awan sedang
Berada pada katinggian 2-6 km dicirikan dengan kata alto

1.     Altocumulus yaitu awan yang tampak seperti gumpalan kapas pipih berwarna  putih atau kelabu. Awan ini dapat membentuk lapisan yang seragam dan luas.
2.     Altostratus yaitu awan yang berbentuk berlapis tebal dan berwarna kelabu serta tidak akan menimbulkan bayangan.

c.       Kelompok awan rendah
Berada pada ketinggian 0,8-2km, ditandai dengan kata strato

1.     Stratocumulus yaitu awan yang bergumpal lembut dan berwarna abu-abu. Awan ini kadang-kadang disertai curahan hujan meskipun jumlahnya sedikit.
2.     Stratus yaitu awan berbentuk berlapis-lapis seperti akbut tipis. Awan ini menjadi kabut jika menyentuh permukaan bumi.
3.     Nimbostratus  yaitu awan tebal berwarna abu-abu gelap, bentuknya tidak beraturan dan kelihatan lembab. Kerana tebal dan gelap, matahari yang berada dibaliknya pun tidak dapat terlihat, pada cuaca buruk awan ini dapat bergabung dengan awan  rendah  yang berada di bawahnya.

d.     Kelompok awan dengan perkembangan vertical
Barada  pada ketinggian kurang dari 2 km
1.     kumulus ( cumulus), awan ini berbentuk kubah menyerupai bunga kol. Awan cumulus berkembang secara vertical dengan lengkungan bulat berwarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari . awan ini biasanya muncul pada pagi hari dan menghilang menjelang malam
2.     kumulonimbus ( cumulonimbus), awan ini besar berbentuk sperti gunung atau menara. Bagian atas awan nerserat dan sering menyebar. Awan ini megandung tetes hujan yang besar sehingga dapat menyebabkan terjadinya hujan secara tiba-tiba desertai badai topan.