Saturday, December 1, 2012

Sejarah Ilmu Pengetahuan Islam Pada Masa Bani Umayyah


Dengan meninggalnya Khalifah Ali Bin Abi Thalib dari Khulafaur Rasyidin, maka bentuk pemerintahan Islam yang dirintis Nabi Muhamad SAW berubah dari sistem demokrasi menjadi monarkhi (kerajaan) yaitu Dinasti Bani Umayyah.

Dinasti Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah. Kekhalifahan Muawiyah diperoleh melalui kekerasan, diploma dan tipu daya, tidak dengan pemilihan seperti pemerintahan Khulfaur Rasyidin. Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya Yazid. Muawiyah bermaksud mencontoh monarki di Persia dan Byzantium.

Dia mengirim tentaranya menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menaklukkan Balkan, Bukhara, Ferghana dan Samarkand. Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.

Kekuasaan Bani Umayyah berumur kurang lebih 90 tahun. Ibu kota dipindahkan Muawiyah dari Madinah ke Damaskus, tempat ia berkuasa sebagai Gubernur sebelumnya, khalifah-khalifah besar pada dinasti Umayyah adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abdul Malik bin Marwan (685-705 M), Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) dan Hasyim bin Abdul Malik (724-743 M). Eksapansi yang terhenti pada masa khalifah Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dilanjutkan kembali Dinasti Umayyah. Dizaman Muawiyah Tunisia dapat ditaklukkan. Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul, angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bzantium, Konstatinopel. Ekspansi ke timur yang dilakukan oleh Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khlaifah Abdul Malik. Ekspansi ke wilayah Barat secara besar-besaran dilanjutkan ke zaman Walid bin Abdul Malik. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, keamanan dan ketertiban. Pada masa pemerintahan yang berjalan kurang lebih 10 tahun, tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya Benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M setelah Aljazair dan Maroko dapat ditaklukkan Thariq bin Ziyad, pemimpin pasukan Islam atas perintah gubernur Afrika Utara, Musa bin Nushair dengan membawa pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko dan benua Eropa dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq), tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, kordova dengan cepat dapat dikuasai, menyusul kota-kota lain seperti Sevillla, Elvira dan Toledo yang dijadikan Ibu Kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.

Selain Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nushair pahlawan yang berjasa menaklukkan Spanyol adalah Tharif bin Malik yang dapat disebut sebagai pahlawan perintis membuka jalan ke Spanyol. Di Zaman Umar bin Abdul Aziz, pasukan Islam berusaha menaklukkan Perancis melalui pegunungan Pyrenia dipimpin oleh Abdul Rahman bin Abdullah Al-Ghofiqi, ia mulai dengan menyerang Taours. Al-Ghofiqi terbunuh dan tentaranya mundur ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut diatas, pulau-pulau yan g terdapat dilaut tengah juga jatuh ke tangan pemerintah Bani Umayyah seperti pulau Mayorca, Corsiva, Creta, Rhodes, Cyprus dan sebagian Silcillia. Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah baik wilayah timur atau barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas, meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arab. Selanjutnya sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, Palestina, Turkmenia, Uzbek, Kirgis dan Asia Tengah.


a. Kemajuan  Yang  Dicapai
1.     Dalam Bidang Administrasi Pemerintah Dan Sarana Prasarana
Disamping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Muawiyah mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya disepanjang dan mencetak mata uang. Pada masanya, jabatan khusus seorang hakim (Qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri. Abdul Malik mengubah mata uang Byzantium dan Persia yang dipakai didaerah-daerah yang dikuasai Islam. Untuk itu dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata dan tulisan Arab. Khalifah Abdul Malik juga berhasil melakukan pembenahan pembenahan administrasi dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi pada pemerintahan Islam. Keberhasilan khalifah Abdul Malik diikuti oleh puteranya Walid bin Abdul Malik (705-715 M) dengan mendirikan panti-panti untuk orang cacat, membangun jalan-jalan yang menghubungkan satu daerah dengan lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang indah.
2.     Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan
·         Seni sastra berkembang dengan pesat.
·         Adapun seni suara yang sangat berkembang adalah seni baca Al-Qur’an, qasidah dan seni musik lainnya.
·         Sementara itu perkembangan seni ukir yang paling menonjol adalah penggunaan khat Arab sebagai motivasi ukiran atau pahat, dikenal dengan istilah kaligrafi.

3.     Dalam Bidang Teknolgi
·         Penemuan Pembuatan Kertas
·         Adanya Kompas
·         Mesin
4.      Dalam Bidang Ekonomi
·         Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian, beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian.
·         Dalam bidang industri pembuatan khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan ekonomi bagi Umayyah.

5.     Kemajuan Dalam Sistem Militer
6.     Pembangunan Di Berbagai Bidang


b.   Sistem Pergantian Kepala Negara Dan Keruntuhan Umayyah
Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain adalah:

1.      Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas.
2.      Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali.
3.      Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan.
4.      Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana.
5.      Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib..