Friday, January 18, 2013

PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA



Perkembangan Nasionalisme di Asia dan Afrika

Nasionalisme modern muncul untuk pertama kalinya di Eropa pada akhir abad ke-18. Lahirnya paham nasionalisme ini diikuti dengan terbentuknya negara-negara nasional atau negara kebangsaan. Bangsa-bangsa Eropa cenderung menindas bangsa-bangsa yang dijajah sehingga bangkitlah semangat nasionalisme di negara-negara jajahan. misalnya, gerakan nasionalisme di Asia dan Afrika, seperti Cina, India, Indonesia, Turki, dan Mesir. Lahirnya nasionalisme di Asia dan Afrika juga telah mengilhami tokoh pergerakan nasional Indonesia untuk melakukan perlawanan terhadap politik kolonial Belanda. Adapun tindakan dari negara-negara di gerakan nasionalisme Asia dan Afrika tersebut yaitu:
1.      Nasionalisme Cina
Nasionalisme Cina lahir setelah rakyat Cina merasa kecewa terhadap penguasa Manchu antara tahun 1644-1912 yang dinilai bukan bangsa asli Cina dan semakin memuncak setelah Inggris mampu mengalahkan pasukan kaisar dalam Perang Candu tahun 1842. Salah satu tokoh nasionalis Cina adalah Dr. Sun Yat Sen yang berusaha membangun negara Cina modern dengan menggalang persatuan di antara kelompok Cina.
2.      Nasionalisme India
Gerakan politik muncul setelah berdirinya Indian National Congress (Partai Kongres). Organisasi Partai Kongres merupakan cetusan rasa kebanggaan rakyat India. Salah satu tokoh nasionalis India adalah Mahatma Gandhi. Dalam memperjuangkan kemerdekaan India, Mahatma Gandhi melancarkan gerakan Ahimsa, Satyagraha, Hartal, dan Swadesi.Ahimsa.
3.      Nasionalisme Turki
Nasionalisme Turki diawali oleh naik takhtanya Sultan Hamid II tahun 1876. Penindasan yang dilakukan oleh Sultan Hamid II mendorong sekelompok mahasiswa dan perwira militer Turki untuk memberontak terhadap Sultan Hamid II. Lelompok perlawanan yang paling menonjol adalah Gerakan Turki Muda. Akhirnya, Mustafa Kemal Pasha memanfaatkan untuk memimpin pergerakan nasional Turki yang semakin lemah akibat Perang Dunia I.
4.      Nasionalisme Mesir
Penjajahan Inggris di Terusan Suez memunculkan rasa nasionalisme bagi rakyat Mesir. Inggris ingin menguasai wilayah tersebut karena letaknya strategis sebagai wilayah transit perdagangan minyak. Pada tahun 1882, Mesir menuntut kemerdekaannya kepada Inggris. Akhirnya, tahun 1922 Mesir menjadi kerajaan di bawah persemakmuran Inggris. Pada tahun 1936, Mesir menjadi negara merdeka penuh.

B.      Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia
Masa pergerakan nasional di Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan. Organisasi-organisasi pergerakan nasional tersebut, yaitu :
1.      Budi Utomo
Budi utomo adalah organisasi modern pertama yang didirikan oleh Sutomo, Suraji, dan Gunawan Mangunkusumo di Jakarta, pada tanggal 20 Mei 1908. Budi Utomo bercita-cita mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa Indonesia. Tujuan tersebut hendak dicapai melalui usaha, antara lain:
a.      Memajukan pengairan
b.      Memajukan pertanian, peternakan, dan perdagangan
c.       Memajukan industri
d.      Menghidupkan kembali budaya bangsa
Budi utomo merupakan organisasi yang bersifat kedaerahan (Jawasentris). Walaupun demikian, kelahiran Budi Utomo merupakan pelopor pergerakan nasional Indonesia pertama, sehingga tanggal berdirinya ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional Indonesia. Budi utomo mengalami kemunduran karena kesulitan keuangan dan para bupati mendirikan organisasinya sendiri, anggota golongan muda banyak menarik diri karena kecewa terhadap strategi perjuangan Budi utomo, sehingga memunculkan organisasi-organisasi baru yang lebih memenuhi keinginan masyarakat.
2.      Indische Partij
Organisasi pergerakan nasional pertama yang secara terang-terangan menyatakan dirinya sebagai partai politik ialah Indische Partij. Didirikan oleh Tiga Serangkai (E.F.E Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara) pada tahun 1912 di Bandung. Indische Partij secara tegas menyatakan berjuang untuk melepaskan diri dari penjajahan atau mencapai Hindia merdeka dan cita-cita organisasi tersebut disebarluaskan melalui surat kabar De Express. Anggotanya masih terbatas pada lingkungan elite terpelajar namun tidak lagi bersifat kedaerahan seperti Budi Utomo. Pada tahun 1913 IP dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang karena telah mengkritik Belanda dan tindakan tersebut dianggap terlalu radikal.
3.      Sarekat Islam (SI)
Sarekat Islam didirikan di Solo pada tahun 1911 oleh Haji Samanhudi. Tujuan perkumpulan ini adalah menghimpun para pedagang Islam agar dapat bersaing dengan para pedagang asing. SI tumbuh dengan pesat karena beberapa faktor, yaitu :
a.      Kesadaran nasional sebagai suatu bangsa yang mulai tumbuh
b.      Bersifat kerakyatan
c.       Didasari agama islam
d.      Digerakkan oleh para ulama
Adapun faktor yang mendorong didirikannya Sarekat islam, antara lain:
1.      Ekonomi, untuk memperkuat menghadapi persaingan dengan para pedagang Cina yang menggendalikan penjualan bahan baku batik.
2.      Agama, untuk memajukan islam.
4.      Partai Komunis Indonesia (PKI)
PKI merupakan organisasi sosial radikal yang merupakan jelmaan dari ISDV yang didirikan Snevlier, Drekker, dan Bransteder pada tahun 1914. Tujuan PKI ialah menyebarluaskan paham sosialis demokratis dengan membangun perasaan revolusioner bangsa Indonesia. Dan sejak Kongres I PKI tahun 1924, gerakan politik PKI menjadi semakin agresif dan ekstrem dengan melakukan agitasi dan propaganda yang bersifat menghasut dan menyerak pemerintah Belanda. Karena politiknya yang radikal tersebut PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dibubarkan pada tahun 1927.
5.      Taman Siswa
Taman Siswa merupakan sekolah kebangsaan pertama yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922. Tujuan pendidikan Taman Siswa adalah mewujudkan masyarakat yang tertib dan damai yang dicapai mendasar pada asas Panca Dharma. Isi asas tersebut antara lain:
a.      Dasar kodrat alam
b.      Dasar kemerdekaan
c.       Kebudayaan
d.      Dasar kebangsaan atau kerakyatan
e.      Kemusiaan
6.      Partai Nasional Indonesia (PNI)
PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927. Adapun para pendiri PNI antara lain, Ir. Sukarno (diangkat menjadi ketua PNI), Mr. Sartono, dan Mr. Sunaryo. Tujuan berdirinya PNI dalam politik adalah untuk mencapai Indonesia merdeka. Dan tujuan tersebut hendak dicapai dengan percaya diri sendiri dan memperbaiki keadaan politik, ekonomi, serta sosial budaya yang sudah rusak oleh penjajahan. Dan organisasi ini merupakan organisasi yang beraliran nasionalisme sehingga menolak untuk bekerja sama denagn pemerintah Belanda.
7.      Pergerakan Kaum Wanita
Pelopor gerakan wanita Indonesia adalah R.A Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879. Cita-cita beliau adalah memperbaiki derajat kaum wanita melalui pendidikan dan pengajaran. Dari Jawa Barat juga muncul tokoh wanita Dewi Sartika. Pergerakan kaum wanita umumnya bersifat sosial denagn tujuan untuk memperoleh persamaan hak dengan kaum pria dan meningkatkan kemampuan dan kecerdasan kaum wanita.
8.      Gerakan Pemuda
Lahirnya beberapa organisasi pergerakan pada masa pergerakan Indonesia telah mendorong lahirnya organisasi kepemudaan seperti:
a.      Tri Koro Darmo
Tri Koro Darmo memeiliki arti tiga tujuan mulia, yaitu Sakti, Budi, dan Bakti. Organisasi ini berdiri di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1915. Tujuan didirikannya yaitu untuk mencapai Jawa Raya dengan jalan memperkukuh rasa persatuan antara pemuda-pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan Lombok.
b.      Jong Sumatranen Bond
Organisasi ini berdiri pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta dan di Bukut Tinggi. Tokoh utama organisai ini adalah Moh. Hatta dan Moh. Yamin.
c.       Jong Islamiten Bond (JIB)
Jong Islamiten Bond berdiri pada tanggal 1 Januari 1925 oleh Syamsul rizal, mantan ketua Jing Java. Tujuan dari organisai ini adalah mempererat pesatuan di kalangan pemuda Islam berumur 14-30 tahun.
9.      Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI)
PPPI didirikan pada bulan September tahun 1926 oleh pelajar di Jakarta dan Bandung. Tujuan didirikannya PPPI adalah memperjuangkan Indonesia merdeka.
10.  Pemuda Indonesia
Tujuan Pemuda Indonesia adalah memperluas dan mempererat kesatuan nasional Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tanggal 20 Februari 1927. Anggota PI terdiri atas pelajar yang pernah bersekolah di luar negeri untuk membedakan anggota PPPI yang bersekolah di dalam negeri.
11.  Organisasi Pergerakan Bersifat Keagamaan
a.      Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. ahmad Dahlan. 
b.      Nahdatul Ulama (NU)
Nahdatul Ulama didirikan pada tanggal 21 januari 1926 di Surabaya. Asas NU adalah islam dan kebangsaan Indonesia. Tujuan pendirian NU ialah menegakkan syariat Islam berdasarkan mazhab Syafii.
c.       Persatuan Muslimin Indonesia (Permi)
Permi merupakan organisasi Islam yang bercorak nasionalisme radikal dan bertujuan untuk mencapai Indonesia merdeka.
12.  Kongres Pemuda
Untuk menyatukan semua organisasi pergerakan nasional maka diadakanlah Kongres Pemuda Indonesia I tahun 1926 di Yogyakarta. Meskipun pada waktu itu, belum berhasil membentuk satu organisai pemuda, namun dalam kongres tersebut telah dibuktikan betapa kuatnya semangat persatuan dikalangan kaum muda Indonesia. Kongres Pemuda II berlangsung di Jakarta tanggal 26-28 Oktober 1928. Dalam kongres tersebut para wakil pemuda seluruh Indonesia menyatakan ikrar kebulatan tekad atau yg disebut Sumpah Pemuda.
13.  Perhimpunan Indonesia
Para pelajar dan mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1908 mendirikan sebuah organisasi yang bernama Indische Vereneeging. Tujuan pendirian organisasi ini adalah untuk memperjuangkan kepentingan orang Indonesia di Negeri Belanda. Pada tahun 1922, organisasi Indische Vereneeging berganti nama menjadi Indonesische Vereneeging dan pada tahun 1924 diubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia. Kegiataan organisasi ini terbatas pada pertemuan para anggota dan mengadakan pertemuan dengan orang-orang Belanda yang memperhatikan Indonesia. Aktivitas lain yang dilakukan Perhimpunan Indonesia adalah mengikuti Kongres Liga Demokrasi di Paris, Perancis pada tahun 1926.
14.  Partai Indonesia Raya (Parindra)
Dokter Sutomo pada tahun 1931 mendirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Pada tanggal 24-26 Desember 1935 diadakan kongres fusi Budi Utomo dengan PBI untuk menyatukan partai-partai kecil agar memperoleh kekuatan besar. hasil fusi tersebut menghasilkan partai baru yang disebut Partai Indonesia Raya(Parindra). Tujuan partai tersebut tercantum dalam namanya, yaitu Indonesia Raya. Parindra banyak bergerak dalam bidang pemberantasan buta huruf dan perbaikan pelajaran.
15.  Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Didirikan oleh para mantan pendiri Partindo tanggal 24 Mei 1937. Tujuan Gerindo adalah mencapai pemerintahan negara yang berdasarkan kemerdekaan politik, ekonomi, dan sosial.