Friday, April 12, 2013

REVOLUSI RUSIA

Untuk alasan itu, tindakan pemerintah Soviet selama tujuh dekade terakhir telah memainkan peranan penting - baik atau buruk - pada pembangunan ekonomi. Dalam keadaan seperti ini, kebijakan rejim sangat menentukan. Berbeda dengan perkembangan kapitalisme yang mengandalkan pasar untuk alokasi sumber daya, sebuah ekonomi yang dinasionalisasi membutuhkan perencanaan yang sadar dan terarah. Ini tidak dapat dilakukan dengan sukses oleh segelintir birokrat di Moskow, bahkan oleh Marx, Engels, Lenin dan Trotsky. Kondisi seperti ini memerlukan keterlibatan massa rakyat dalam menjalankan roda industri dan negara. Hanya rejim demokrasi buruh yang akan mampu memanfaatkan bakat dan inisiatifnya. Sebuah rejim birokrasi, secara tak terelakkan, akan mengarah pada penyitaan perekonomian, seolah-olah akan menjadikannya lebih canggih dan berteknologi maju. Pada tahun 1970-an, ekonomi Uni Soviet telah mencapai kebuntuan total. Untuk alasan-alasan detailnya, akan saya sajikan di bagian berikutnya.
Cukuplah untuk mengatakan bahwa, meskipun di bawah cengkeraman birokrasi Stalinisme, keberhasilan ekonomi terencana telah didemonstrasikan, bukan dalam halaman-halaman Das Kapital, melainkan di tengah gelanggang industri yang mencakup seperenam dari daratan bumi — bukan dalam bahasa dialektik, namun dalam bahasa baja, semen dan listrik. Sebagaimana  Trotsky menjelaskan: Sekalipun Uni Soviet runtuh karena kesulitan internal, pukulan dari luar, dan kesalahan para pemimpinnya — yang sungguh kami harap tidak akan pernah terjadi — di masa depan akan tetap ada fakta-fakta yang tak dapat dibantah ini, bahwa berkat revolusi proletar sebuah negeri terbelakang telah mencapai sukses yang tak tertandingi dalam sejarah hanya dalam tempo sepuluh tahun.

Revolusi Rusia 1917 

Pada tahun 1917,  rakyat Rusia memberontak terhadap pemimpin mereka Tsar. Atau bernama lengkap Tsar Nicholas II.
Hasilnya adalah sistem pemerintahan yang benar-benar baru dengan ideologi komunis yang seharusnya merupakan pemberian kekuasaan bagi kelompok biasa, tetapi hanya dikuasai oleh beberapa orang yang mengontrol negara dengan penuh teror. 

Latar Belakang Terjadinya Revolusi Rusia

Sebab-sebab terjadinya revolusi Rusia 1917 antara lain karena :
Ketidaksukaan rakyat terhadap kepemimpinan Tsar Nicholas II.
Adanya perbedaan sosial yang mencolok antara kaum bangsawan dan rakyat.
Perubahan agraria yang tidak memberikan dampak pada para petani.
Kekalahan perang dengan Jepang pada tahun 1905, juga
Perbedaan sosial yang mencolok antara kehidupan Tsar dan para bangsawan yang mewah dengan kehidupan rakyat biasa yang kesulitan dan miskin.

Jalannya Revolusi Rusia

Pada tahun 1905, kekalahan memalukan diderita oleh Rusia dalam perang melawan Jepang.
Pada Februari 1917 pemberontakan terjadi pada 23 – 25 Februari 1917.
Terjadi pemogokan dan demonstrasi besar-besaran di kota Pertograd, dan tentara yang diutus menghentikan demonstran malah berbalik mendukung demonstran.
Akhirnya 2 Maret 1917, Tsar Nicolas II dipaksa mengundurkan diri dan kemudian didirikan pemerintahan sementara (Vremennoye Pravitelstvo) yang dipimpin oleh kaum kadet.
Pada tanggal 2 – 3 Juni 1917 Pertograd diguncang oleh demonstrasi yang dilakukan oleh tentara, pelaut dan pekerja.
Akhirnya pada 24 Juni, kembali dibentuk pemerintahan koalisi kedua
Program pemerintahan kedua dipimpin oleh Karensky. Ialah yang menjunjung kembali kehormatan Rusia yang merosot akibat perang.
Setelah itu bentuk negaranya berubah menjadi Republik.
Untuk mengembalikan kehormatan Rusia, Karensky memutuskan untuk menyerang Jerman secara besar-besaran. Namun gagal karena tidak mendapat dukungan dari rakyat.
Keadaan dimanfaatkan oleh kaum Bolshevik, dengan cara diam-diam telah mempersiapkan pemberontakan jauh sebelumnya. Mereka membentuk pemerintahan sendiri tentara sendiri yang disebut Tentara Merah, dan menyebarkan propaganda antipemerintahan Borjuis
Sebelum menyerang Istana Musim Dingin, yang menjadi simbol kekuasaan pemerintahan, kaum Bolshevik yang dipimpin oleh Lenin, terlebih dulu menguasai objek-objek vital seperti.
Jembatan
Pembangkit Listrik
Bank
Stasiun Kereta Api
Lenin melakukan pemberontakan bersenjata yang mendapat tantangan dari tokoh komunis Lev Kamenev dan Grigory Zinoviov. Namun suara mereka dapat dikalahkan oleh Lenin.

Terjadinya Perang Saudara

Pada masa pemerintahan Lenin terjadi perang saudara (Grazhdanskaya Voina) antara tentara merah dan tentara putih.
Tentara putih adlaah para pendukung Tsar yang memberontak di bawah pimpinan Jendral Denikin dan Wrangler.
Tentara Merah adalah semua pasukan tentara Lenin.
Pasukan tentara putih mendapat dukungan dari negara-negara sekutu karena ingin menghalau meluasnya paham komunis.
Pada bulan Maret dan April 1918, pasukan negara-negara sekutu telah berada di teritori Rusia namun tidak memberi pengaruh apa-apa bagi Rusia.
2 tahun kemudian, kemenangan menjadi milik tentara merah karena pasukan tentara asing terpisah-pisah sehingga dapat dipatahkan oleh tentara merah.
Akhirnya setelah perang saudara terbentuk 6 Republik yang berdaulat di wilayah bekas imperium Rusia, yakni Rusia, Ukraina, Belorusia, Armenia, dan Georgia.
Tanggal 30 Desember 1922 terbentuklah U.S.S.R yang dipimpin oleh Lenin.
Terjadi kekacauan ekonomi, karena banyak petani besar yang tidak mau menyerahkan hasil pertaniannya kepada pemerintah saat sistem ekonomi komunis berlaku.
Melihat hal tersebut, Lenin mengubah sistem ekonominya menjadi NPP atau New Political Policy.
Lenin meninggal 2 tahun setelah U.S.S.R. terbentuk tepatnya pada tahun 1924.
Terdapat dua tokoh yang dapat menggantikan Lenin, yakni Stalin dan Trotsky. Namun kedua tokoh ini memiliki pandangan yang berbeda.
Pada akhirnya Lenin digantikan oleh Stalin dengan struktur pemerintahannya yang menempatkan seluruh elemen negara di bawah kekuasaanya.
Kebijakan tersebut berakhir setelah Stalin meninggal pada tahun 1953.

Dampak Revolusi Komunis

Munculnya pemerintahan satu Partai (Partai Komunis).
Timbulnya Soviet-Demokrasi sebagai lawan dari Liberal-Demokrasi.
Meluasnya Komunisme ke seluruh penjuru dunia.
Hingga saat ini, Komunisme merupakan faktor yang tidak dapat dilupakan dalam dunia politik dunia.