Friday, May 3, 2013

Sikap Positif terhadap Pelaksanaan Demokrasi


1.      Sikap Positif terhadap Pelaksanaan Demokrasi di dalam Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan tempat tinggal manusia yang tetap dan merupakan dasar dari terbentuknya kelompok masyarakat, bangsa dan negara. Sebagian besar manusia hidup di dalam lingkungan keluarga sehingga keluarga memiliki peranan yang sangat penting di dalam pelaksanaan demokrasi. Keluarga-keluarga yang demokratis akan membentuk masyarakat yang demokratis dan jika berkembang akan membentuk kehidupan bernegara yang demokratis. Mengingat betapa pentingnya kehidupan di dalam keluarga maka perlu dikembangkan sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi di dalam kehidupan keluarga.

Sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi di dalam lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan cara.
a. Menghargai pendapat semua anggota keluarga
b. Tidak memaksakan kehendak kepada sesama anggota keluarga
c. Menghargai adanya perbedaan karakter/sikap sesama anggota keluarga
d. Melakukan musyawarah dalam pembagian kerja
e. Terbuka dalam memecahkan masalah
f. Saling menyayangi sesama anggota keluarga

2. Sikap Positif terhadap Pelaksanaan Demokrasi di dalam Lingkungan Sekolah

         Sekolah merupakan lembaga resmi yang bertugas khusus mendidik anak-anak bangsa yang akan melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Pembentukan perilaku siswa di sekolah akan sangat menentukan perilaku dan moral bangsa di masa yang akan datang. Sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi di dalam lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan cara.
a. Tidak membeda-bedakan teman dalam pergaulan sehari-hari.
b. Menghormati adanya perbedaan agama, suku bangsa , ras dan perbedaan lain.
c. Mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan dalam menyelesaikan masalah.
d. Menghargai pendapat orang lain/teman.
e. Melaksanakan pemilihan pengurus OSIS, ketua kelas, kegiatan Pramuka dan lain-lain secara bebas.
f. Menghindari adanya segala bentuk pemaksaan.
g. Mengakui adanya persamaan hak dan kewajiban antara sesama teman.
h. Memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengajukan gagasan, pikiran atau pendapat demi kebaikan dan kemajuan.

3. Sikap Positif terhadap Pelaksanaan Demokrasi di dalam Lingkungan Masyarakat

     Masyarakat merupakan tempat pergaulan antara manusia yang ruang lingkupnya luas sehingga sangat mempengaruhi pelaksanaan demokrasi. Pembentukan perilaku atau watak seseorang sangat dipengaruhi oleh pergaulan manusia di dalam masyarakat. Mengingat pentingnya kehidupan masyarakat maka perlu dikembangkan sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi. Sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi di dalam lingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan cara:
a. membiasakan diri membentuk pimpinan organisasi melalui pemilihan;
b. bersedia dipilih menjadi pimpinan dan bersedia dipimpin;
c. bersedia menerima segala bentuk perbedaan yang ada dalam masyarakat;
d. tidak memaksakan kehendak kepada orang lain;
e. menghindari segala bentuk kekerasan terhadap orang lain;
f. tidak mencampuri urusan pribadi orang lain;
g. kesediaan hidup bersama dengan semua warga tanpa membeda-bedakan;
h menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kesepakatan/musyawarah.
l. tidak merasa benar/menang sendiri dalam berbicara dengan orang lain.
m. bersedia mengakui kesalahan sendiri.
n. menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya.
o. mengakui persamaan hak dan kewajiban di antara sesama warga masyarakat.

4. Sikap Positif terhadap Pelaksanaan Demokrasi di dalam Lingkungan Kenegaraan

      Dalam kehidupan bernegara, sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi dapat dilakukan oleh para pemegang pemerintahan atau para pemimpin politik. Tingkah laku para pemimpin sangat penting sebab merekalah yang sehari-hari menjalankan pemerintahan negara maupun lembaga-lembaga negara. Sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi di dalam lingkungan kenegaraan dapat dilakukan dengan cara.
a. Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik.
b. Bersedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas.
c. Sikap mengedepankan kedamaian dan kesejukan kepada masyarakat.
d. Perilaku taat kepada hukuman peraturan perundang-undangan bukan kekuasaan.
e. Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya.
f. Mengutamakan musyawarah atau kesepakatan bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan.
g. Tidak saling menghujat, memfitnah, mengatakan buruk kepada sesama pemimpin.
h. Sikap terbuka dan tidak suka berbohong kepada publik.
Selain para pemimpin setiap warga negara juga dapat menerapkan perilaku positif terhadap pelaksanaan demokrasi di dalam lingkungan kenegaraan antara lain dengan cara :
a. Menggunakan hak pilih di dalam pemilihan umum dengan sebaik-baiknya.
b. Menyampaikan pendapat/gagasannya kepada wakil-wakil rakyat terhadap pelaksanaan pembangunan atau kebijakan publik yang dikeluarkan oleh pemerintah.
c. Menghadiri apabila ada undangan dari pejabat negara yang membahas masalah-masalah tertentu yang berkaitan dengan kenegaraan.
d. Menghormati pejabat atau pemimpin negara yang telah dipilih secara demokratis.
e. Bersikap kritis tidak apatis/pasif terhadap kebijakan publik atau peraturan perundang-undangan yang telah oleh negara/pemerintah
.