Tuesday, July 1, 2014

Bahasa Tubuh Orang Jepang

Bahasa tubuh orang Jepang ssat mengungkapkan pernghormatan memang unik. Mereka biasa mebungkukkkan tubuhnya sebagai ungkapan rasa hormat, permohonan maaaf, atau beribadah. Gerakan tersebut dapat dilakukan dengan kemiringan tertentu dan kadang dilakukan dengan berulang-ulang.
Di Jepang, terdapat budaya menghormat kepada lawan bicara dengan membungkukkan badan, misalnya saat mengucapkan terimah kasih, permintaan maaf, memberikan ijazah saat wisuda, dan lain sebagainya dengan ojigi.

Ojigi terbagi atas dua jenis, yaitu sebagai berikut:
   1.       Ritsurei, yaitu ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, pria biasanya sambil menekan bokong untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya manaruh kedua tagan di depan badan.
   2.       Zarei, yaitu ojigi yang dilakukan sambil duduk.

Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut.
   1.       Saikeirei, yaitu  level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih.
   2.        Keirei, yaitu badan dibungkukkan sekitar 30-45 derajat.
   3.       Eshaku, yaitu membungkukkan badan sekitar 15-30 derajat.

Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian karena saikeirei digunakan saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang.

Semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan, hal tersebut menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan, misalnya ojigi yang dilakukan berulang kali saat ingin meyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam.