Thursday, January 24, 2013

contoh hasil rangkuman buku


Judul Buku :
Menyimak Sebagai Suatu  Keterampilan Berbahasa

Bab 1 Tinjauan Umum
1.       Keterampilan Berbahasa
Keterampilan berbahasa ( atau language arts, language skills) dalam kurikulum di sekolah biasanya mencakup empat segi
a.       Keterampilan menyimak
b.      Keterampilan berbicara
c.       Keterampilan membaca
d.      Keterampilan menulis
Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya dengan cara yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan berbahsa, biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur :  mula-
mula pada masa kecil kita belajar menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita belajar membaca dan menulis. Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan membaca dan menulis kita pelajari di sekolah. Keepat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan,  merupakan catur-tunggal. Selanjutnya setiap keterampilan itu erat berhubungan dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula fikirannya.
2.       Pengajaran Menyimak
Dalam kenyataannya kemampuan menyimak yang melampaui membaca pemahaman diantara para siswa sekolah  dsar menjadi kirang efesien kalau keterampilan membaca meningkat. Implikasi yang terlihat adalah bahwa pengajaran langsung menyimak adalah penting. Di sini terlihat beberapa fakta bahwa latihan dalam menyimak akan mengakibatkan pengembangan dan penigkatan dalam keterampilan membaca. Intruksi dalam menyimak akan bermanfaat sebagai alat uji yang mengembangkan alat-ukur yang lebih baik.

3.       Belajar dengan  Menyimak
Orang mempelajari suatu bahasa dengan jalan mendengarkan atau menyimaknya setelah itu akan diserap masuk ke fikiran dan mulai meniru apa yang disimak setelah itu memperaktekannya.

4.       Linguistik dan Guru Bahasa
Linguistik adalah ilmuan. Pokok bahasannya adaalajh bahasa. Linguistic mengkajai beberapa masalah yang ada. Untuk menjawan permasalahan-permasalahan tersebut, linguistic memeliki 8 prinsip dasar yaitu bahasa adalah sauatu system, bahasa adalah vocal, bahasa tersusun dari lambing-lambang arbitrer, setiap bahasa bersifat unik mempunyai cirri khas, bahasa dibangun dari kebiasaan-kebiasaan, bahasa adalah untuk komunikasi, bahasa berhubungan dengan kebudayaan tempatnya, bahasa itu berubah. Kedelapan prinsip linguistic sangat penting diketahui dan dipahami oleh guru bahasa yang selalu berhadapan dengan anak-anak didiknya.
Bab 2 Menyimak
1.       Pengertian dan Batasan
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambing-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menagkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa liasan. Menyimak dan membaca berhubungan erat karena keduanya marupakan alat untuk menerima komunikasi. Perbedaannya terletak dalam hal jenis komunikasi : menyimak berhubungan  dengan komunikasi lisan sedangkan membaca berhubungan dengan komunikasi tulis.
2.       Tahap-tahap menyimak
Terdapat 9 tahap menyimak yang secara berurutan mulai dari yang tidak berketentuan sampai dengan yang amat bersungguh-sungguh, yaitu :
a)      Menyimak secara sadar yang bersifat berkala
b)      Selingan-selingan atau gangguan yang sering terjadi sebaik dia mendengarkan secara intensional
c)       Setengah mendengarkan sementara dia menuggu kesempatan untuk mengapresiasikan isi hatinya
d)      Penyerapan atau penangkapan pasif yang sesungguhnya
e)      Menyimak sekali-sekali
f)       Menyimak dengan tidak memberika reaksi terhadap pesan yang disampaikan pembicara
g)      Reaksi berkala terhadap pembicaraan dengan membuat komentar atau mengajukan pertanyaan
h)      Menyimak secara seksama dan sungguh-sungguh mengikuti jalan fikiran pembicara
i)        Menyimak secara aktif mendapatkan serta menemukan pikiran serta pendapat pembicara
3.       Jenis-jenis menyimak
a)      Menyimak ekstensif, yaitu kegiatan menyimak yang berhubungan dengan atau mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap sesuatu bahasa.
b)      Menyimak Intensif, yaitu menyimak bahasa alamiah secara lebih bebas dan leboh umum serta tidak perlu dibawah bimbingan
c)       Menyimak social, yaitu menyimak yang berlangsung dalam situasi social tempat orang-orang mengobrol atau bercengkrama.
d)      Menyimak sekunder, yaitu kegiatan menyimak secara kebetulan
e)      Menyimak estetik, yaitu fase terakhira dari kegiatan menyimak secara kebetulan
f)       Menyimak kritis, yaitu kegiatan menyimak yang didalamnya sudah terlihat kurangnya keaslian ataupun kehadiran prasangka serta ketidakteliatian atas hal yang diamati
g)      Menyimak konsentratif
h)      Menyimak kreatif
i)        Menyimak penyelidikan, yaitu menyimak intensif dengan maksuda dan tujuan yang agak lebih sempit
j)        Menyimak introgatif, yaitu menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi
k)      Menyimak pasif, yaitu penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya kita pada saat belajar
l)        Menyimak selektif
4.       Kemampuan menyimak siswa sekolah dasar
a)      Kemampuan menyimak pada anak kelas satu
·         Menyimak utnuk menjelaskan atau menjernihkan fikiran
·         Dapat mengulagi secara tepat
·         Menyimak bunyi-bunyi tertentu pada kata-kata dan lingakungan
b)      Kelas dua
·         Menyimak dengan kemampuan memilih
·         Membuat sasaran
·         Sadar akan sutuasi-situasi
c)       Kelas tiga dan empat
·         Sungguh-sungguh sadar akan nilai menyimak
·         Menyimak pada laporan-laporan orang lain
·         Memperlihatkan keangkuhan
d)      Kelas lima dan enam
·         Menyimak secara kritis terhadap kekeliruan-kekeliruan
·         Menyimak pada aneka ragam cerita puisi, riam kata-kata dan memperoleh kesenangan dalam memenuhi tipe-tipe baru.
5.       Hal-hal yang perlu disimak
a)      Bunyi-bunyi
b)      Urutan bunyi
c)       Kata-kata tugas
d)      Perubahan-perubahan bunyi
e)      Pengelompokan-pengelompokan structural
f)       Pentunjuk-petunjuk susunan kata
g)      Makna kata
h)      Kata kata salam
i)        Makna budaya
Bab 3 Faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak
1.       Faktor fisik
Kondisi fisik seseorang penyimak mungkin merupakan factor factor penting yang turut keefektifan serta kualitas keaktifan dalam menyimak. Selain kesehatan fisik, lingkunagnfisik juga mungkin sekali turut bertanggungjawab atas ketidakreaktifan menyimak seseorang. Misalnya minyimak oada lingkungan yang ribut.
2.       Factor psikologis
a)      Prasangka dan kurangnya simpati terhadap si pembicara
b)      Keegoisan dan keasyikan terhadap miinat-minat pribadi serta masalah-masalah pribadi
c)       Kurang luas pandangan
d)      Tidak adanya perhatian terhadap subjak
e)      Sikap yang tidak layak terhadap pembicara, ataupun pihak sekolah.
3.       Faktor pengalaman
Sikap-sikap kita merupakan hasil pertumbuhan, perkembangan pengalaman kita sendiri.kurang atau tiadanya minatpun agaknya merupakan pengalamn dalam bidang yang akan disimak itu. Sikap-sikap yang antagonistic, sikap-sikap yang menetan serta bermusuhan timbul dari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Demikianlah, latar belakang pengalaman merupakan suatu factor penting dalam menyimak.
4.       Kebiasaan jelek dalam menyimak
a)      Menyimak lompat tiga seperti mencoba mengetahui terlebih dahalu apa yang ingin dikatakan
b)      Menyimak dengan cara ingin mengingat semua yang dikatakan, itu malah akan membuat kita lupa dengan apa yang kita dengarkan
c)       Menyimak supersensitive
d)      Menghindari penjelasan-penjelasan yang sulit
e)      Penolakan secara gegabah terhadap sesuatu subyek sebagai yang tidak menarik perhatian.
f)       Mengirktik cara berpidato dan penampilan fisik seorang pembicara
g)      Perhatian pura-pura
h)      Menyerah kepada gangguan
i)        Menyimak dengan pensil dan kertas ditangan

5.       Mengapa orang tidak menyimak
Ada beberapa sebab mengapa seseorang tidak mau menyimak yaitu :
a)      Orang yang berada dalam keadaan capek
b)      Orang berada dalam keadaan tergesa-gesa
c)       Orang berada dalam kebingungan, dsb

Bab 4 Situasi-situasi pelibat menyimak
1.       Menyimak dalam kehidupan dan kurikulum
Seseorang yang menyimak dalam kehidupannya biasanya lebih mudah memahami dibandingankan dengan menyimak pada situasi kurikulum seperi belajar  dan mendengrakn pendenhelasan guru
2.       Petunjuk, keterangan, pengumuman
Dari tahun-tahun permulaan sekolah anak-anak memperoleh kesempatan untuk menyimak pentunjuk-petunjuk, keterangan-keterangan, dan pengumuman-penguuman. Dengan berbuat begitu maka mereka harus memeplajarikebiasaan menjauhkan segala bahan atau setiap alat yang dapat menganggu perhatian mereka, mencoba memahami si pembicara pada saat petama kalinya dia megucapkan sesuatu ide atau gagasan.
3.       Percakapan dan diskusi
Percakapan merupakan kativitas yang paling umum di antara tipe-tipe komunikasi lisan, dan oleh karena itu jelas menuntut banayk kegiatan menyimak. Disamping percakapan anak-anak juga sering ikut serta dalam diskusi. Berbeda dengan percakapan yang mungkin membicarakan banyak hal, duskiusi berpusat pada satu topic pembiacaraan.
4.       Laporan-laporan
Bagi anak-anak yang menduduki kelas-kelas yang lebih tinggi, laporan merupakan suatu tanggungjawab penting: bahkan anak TK pun dapat melaporkan pengalaman pertamanya. Alngkah banyaknya kegiatan sehari-hari yang dapat dilaporkan oleh anak-anakl kepada guru  dan teman sekelas dalam rangka emningkatkan keterampilan khususnya berbicara dan menyimak.
5.       Radio, televise, rekaman, telepon
Di masa yang modern saat ini kita tidak hanya dapat menyimak dari perkataan seseorang yang ada di hadapan kita saja, tetapi kita juga dapat menyimak melalui radio, televise, rekaman ataupun telepon.

Bab 5 Peningkatan Daya Menyimak
1.       Pengalam-pengalaman Audio pemertinggi kemampuan menyimak
Pnegelam-pengalam audio yang dapat menigkatkan daya menyimak seperti memeberi isyarat-isyarat pertanyaan untuk merangsang respon,  menyimak pada rekaman-rekaman ataupun film tau wawancara.
2.       Kegiatan-kegiatan peningkat daya menyimak
a)      Membuat rekaman percakapan
b)      Mendorong siswa untuk mengevaluasi diri
c)       Pengolahan serta pemngembangan citarasa
d)      Menceritakan cerita-cerita berantai dimna setiap peserta harus menyambungnya
e)      Mneyimak dengan pentunjuk pentunjuk dlam cerita
f)       Memperhatikan serta mecatat  ide-ide pembicaraan
3.       Sikap guru yang turut mempertinggi daya menyimak siswa
a)      Sering mempergunakan tes lisan
b)      Melatih anak-naka dengan membuat ringkasan lisan
c)       Melakukan suatu permainan lisan
d)      Membacan suatu paragraph deskriktif dan mnyuruh anak-anak untuk emnggambarkan hal-hal yang ada di dalamnya
e)      Menyuruh anak-anak untuk membiat tinjauan lisan
f)       Saling mewawancarai

4.       Kualifikasi pengajar sekolah menengah dalam bidang menyimak
1.       Tuntutan bagi sang guru
Ketika seorang guru mengajar maka da hal yang perlu diperhatikan oleh guru yaitu : persiapan dan rencana, pengenalan dan penghargaan terhadap individual, motivasi, penguasaan bahasan ajaran, teknik mengajar, pengawasan kelas, dan suasana kelas
2.       Kualifikasi minimal
Kemampuan untuk menagkap pengertian apa yang dikatakan oleh pendudk asli yang terpelajar apabila dia mengucapkan secara hati-hati dan berbicara secara sederhana
3.       Kualifikasi baik
Kemampuan untuk memahami percakapan, pembicaraan yang mempunyai kecepatan yang sedang kuliah dan ceramah, dan siaran-siaran berita
4.       Kualifikasi baik sekali
Kemampuan untuk mengikuti dengan teliti dan dengan mudah semua jenis ujaran baku, seperti percakapan yang cepat atau percakapan kelompok, sandiwara, dan bioskop.