Wednesday, February 13, 2013

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI PERTANIAN


satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara di Eropa.Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutamayang tertuang dalam Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya.Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya
Arti Ekonomi Pertanian Dan Sejarahnya
         Menurut catatan sejarah yang ada, ilmu ekonomi pertanian punya cerita yang tidak begitu bagus, karena muncul atas dasar semangat kolonialisme bangsa-bangsa Eropa yang melakukan ekplorasi kekayaan alam pada daerah kolonialnya.
Pertama kali muncul di Inggris ketika terjadi revolusi Industri pada sekitar abad ke XIX. Kemudian terus berkembang ketika ditemukan mesin kapal uap yang bisa menyingkat waktu perjalanan dari Eropa menuju negara-negara Timur.Lalu pada perang dunia pertama, ilmu pertanian ekonomi berkembang lagi, namun fokusnya lebih menitikberatkan pada manajemen untuk mengatur usaha di bidang pertanian. Pada sekitar tahun 1930 negara Amerika Serikat dilanda krisis ekonomi. Hal ini menimbulkan pemikiran-pemikiran baru dalam pengembangan ilmu ekonomi, termasuk sektor pertanian. Dan ketika perang dunia II selesai, ilmu ekonomi makin berkembang pesat hingga saat ini.


Ilmu Ekonomi Pertanian
etika pertama kali Orde Baru lahir, titik pembangunan Indnesia diutamakan pada sektor pertanian. Namun lama kelamaan beralih pada bidang industri serta jasa. Ini mengakibatkan banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi tempat untuk pengembangan industri dan usaha lain yang sama sekali tidak puya hubungan dengan dunia pertanian. Maka lahan pertanian menjadi berkurang. Selain itu perkembangan ilmu ekonomi juga kurang mendapat perhatian, sampai terjadi krisis moneter pada tahun 1998 sampai pemerintahan Orde Baru berakhir.Setelah era refomasi, pembangunan sektor pertanian mendapat perhatian dari pemerintah lagi. Namun yang menjadi masalah adalah, hanya yang punya modal besalah yang mampu menjadi subyek dari pembangunan bidang pertanian ini. Nasib petani kelas kecil sama sekali jauh dari peruntungan. Ini terjadi karena basis pengembangan ilmu ekonomi pertanian juga bertumpu pada ideologi kapitalisme yang sama sekali tidak sesuai dengan kepribadian dari bangsa kita sesungguhnya.
Indonesia Negara Agraris
Indonesia adalah salah satu negara agraris terbesar di dunia. Sebagian besar penduduknya mengandalkan pendapatan dari hasil pertanian mereka. Untuk itu ilmu ekonomi pertanian harus dirubah arahnya, menjadi salah satu cabang ilmu ekonomi yang pro pada rakyat keci terutama kaum petani. Jadi manajemen yang harus dipelajari dari imu ekonomi pertanian adalah mendalami suatu sistem tentang bagaimana seorang petani bisa meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri tanpa melalui campur tangan pihak asing tidak mau membantu, namun justru menjerumuskan. Bila sudah berkembang dengan baik, ilmu ekonomi pertanian mampu menjadi sumber pengetahuan yang membuat nasib petani makin maju. Bukan malah menjadi kepanjangan tangan dari luar yang hanya memikirkan keuntungan diri sendirinya saja. Inilah yang disebut dengan pengembangan ilmu yang berbasis pada kerakyatan, bukan pada segelintir pihak saja.Semoga nasib petani di Indonesia makin baik dan sejajar dengan petani lain dari negara-negara yang sudah maju.
FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PERTANIAN
Ada empat faktor produksi pertania yaitu:
1. Alam,
2. Tenaga kerja,
3. Modal,     
4. Pengelolaan (manajemen).
Faktor produksi alam dan tenaga kerja sering disebut sebagai faktor produksi primer,faktor produksi modal dan pengolaan disebut faktor produksi sekunder. Ada literature menambahkan faktor produksi Teknologi sebagai faktor ke lima. Namun disinidinyatakan bahwa faktor teknologi itu bukan terpisah, dia hadir atau meresap masuk kemasing-masing faktor produksi di atas. Ada teknologi yang berkenaan dengan alam, adateknologi tersendiri dalam tenaga kerja, dalam modal dan dalam manajemen. Dengandemikian faktor-faktor produksi tetap empat.
1.Faktor Alam
Faktor produksi alam terdiri dari terdiri dari : Udara, Iklim, Lahan, Flora dan Fauna.Tanpa faktor produksi alam tidak ada produk pertanian. Tanpa tanah/ lahan, sinar matahari, udara dan cahaya tidak ada hasil pertanian. Orang yang kurang memahami proses produksi pertanian menganggap faktor produksi yang tidak langka atau tidakterbatas (unscarcity) seperti udara, cahaya adalah tidak termasuk faktor produksi.Tanah/lahan yang bersifat langka/terbatas (scarcity) adalah sebagai faktor produksi. Pada era sebelum Masehi tanah ini juga belum bersifat scarcity, sama halnya dengan udara dan cahaya. Air di beberapa daerah masih bersifat unscarcity, namun di beberapa daerah sudah scarcity, karena itu dibangun irigasi, sprinkle dan kadang-kadang harus diciptakan hujan buatan.Nelayan menangkap ikan
2. Faktor Produksi Modal
Modal dalam arti ekonomi adalah hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkanproduksi selanjutnya. Von Bohm-Bawerk menjelaskan sebagai berikut: Segala jenis barang yang dihasilkan dan dimiliki masyarakat disebut kekayaan masyarakat. Kekayaan itu digunakan: Sebagian untuk konsumsi.Sebagian untuk memproduksi barang-barang baru, inilah yang disebutmodal masyarakat atau modal sosial.Perkataan modal atau kapital dalam arti sehari-hari digunakan dalam bermacam arti,yaitu:
modal sama artinya dengan harta kekayaan seseorang.
modal dapat mendatangkan penghasilan bagi si pemilik modal, dan initerlepas dari kerjanya.
Menurut sifatnya modal dibagi menjadi:
Modal tetap adalah barang-barang modal yang digunakan dalam proses
produksi yang dapat digunakan beberapa kali. Meskipun akhirnya modal
itu tandas atau habis juga, tetapi sama sekali tidak terhisap dalam hasil.
Contoh modal tetap : mesin, bangunan, alat-alat pertanian.
Modal bergerak adalah barang-barang modal yang dipakai dalam proses
produksi dan habis terpakai dalam proses produksi. Contoh modal bergerak: pupuk, bahan bakar, bahan mentah.Dibuat perbedaan modal tetap dan modal bergerak berhubung dengan perhitungan biayapada proses produksi, yaitu:
Biaya modal bergerak diperhitungkan dalam harga biaya riel (pada saat itu).
Biaya modal tetap diperhitungkan melalui penyusutan nilai.

3. Faktor Produksi Tenaga Kerja
Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah suatu alat kekusaan fisik dan otak manusia yang tidak dapat dipisahkan dari manusia dan ditujukan kepadausaha produksi. Tenaga kerja yang bukan bertujuan usaha produksi misalnya tenagauntuk sport disebut langkah bebas.
Bila seorang petani mempunyai ternak sapi yang digunakan membajak sawah, atau suatuperkebunan yang mempunyai traktor untuk mengolah tanah, apakah sapi dan traktor itutermasuk faktor produksi tenaga kerja? Sapi dan traktor itu bukan faktor tenaga kerja,tetapi masuk dalam faktor produksi modal.Faktor produksi tenaga kerja tidak dapat dipisahkan dari manusia, sapi dan traktor jelasberpisah dengan manusia. Sapi dan traktor dapat menggantikan tenaga kerja manusiadalam hal membajak dan mengolah tanah.
  
4.     Faktor Produksi Manajemen
Manajemen sama dengan pengelolaan, artinya kemampuan manusia mengkelola ataumengkombinasikan seluruh faktor-faktor produksi dalam waktu tertentu untukmemperoleh produksi tertentu.