Thursday, October 3, 2013

Siklus Perkembangan Virus

Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inangnya. Proses reproduksi virus terdiri atas dua tipe, yaitu tipe litik dan lisogenik.
a. Siklus Litik
Pada siklus litik, replikasi genom virus menyebabkan kematian pada sel inang. Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus litik (lisis) disebut dengan virus virulen.
Siklus litik terdiri atas dua fase, yaitu:

1.    Fase adsorbsi, diawali dengan menempelnya ujung ekor virus pada dinding sel bakteri, kemudian enzim lisozim dikeluarkan untuk melubangi dinding sel inang.
2.    Fase injeksi (penetrasi), yaitu dimasukkannya DNA atau RNA virus ke dalam isel inang. Kepala dan ekor virus tetap tertinggal di luar sel dan akan terlepas serta tidak berfungsi ketika injeksi DNA telah dilakukan.
3.    Fase sintesis, yaitu DNA virus yang mengandung enzim lisozim akan menghancurkan DNA bakteri, kemudian mereplikasikan diri, melakukan sintesis protein hingga membentuk bagian-bagian kapsid, seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.
4.    Fase perakitan, yaitu bagian-bagian kapsid virus yang awalnya terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus hingga terbentuk tubuh virus baru.
5.    Fase lisis, yaitu hancurnya sel inang (lisis) dan melepaskan virus-virus baru yang akan menginfeksi sel inang lainnya, begitu seterusnya.
b. Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang sehingga virus berintegrasi ke dalam kromosom bakteri atau sel inang.
Fase awal yang dilalui oleh siklus lisogenik sama dengan siklus litik, yaitu melalui fase adsorbsi dan fase injeksi. Selanjutnya melalui fase-fase berikut ini, yaitu :
1.    Fase penggabungan, yaitu bergabungnya DNA vinis dengan DNA bakteri. Dengan demikian, bakteri yang terinfeksi akan memiliki DNA virus.
2.    Fase pembelahan, DNA virus yang bergabung dengan DNA bakteri menjadi tidak aktif (profage). Dengan demikian, jika DNA bakteri bereplikasi maka DNA virus yang tidak aktif tersebut akan ikut bereplikasi.
3.    Fase sintesis, yaitu DNA virus yang telah aktif akan menghancurkan DNA bakteri dan memisahkan diri. Selanjutnya, DNA virus akan mensintesis protein sel inang sekaligus mereplikasikan diri.
4.    Fase perakitan, yaitu kapsid yang terbentuk dari protein sel inang dirakit menjadi kapsid virus. Selanjutnya, DNA virus baru, masuk ke dalam kapsid sehingga membentuk virus baru.
5.    Fase lisis, yaitu terjadi lisis pada sel setelah terbentuk bakteri virus baru. Virus-virus yang terbentuk kemudian akan menyerang bakteri (sel inang) lain.


Gambar Siklus Reproduksi/Perkembangbiakan Virus
 


No comments:

Post a Comment